Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Dinilai Sangat Lamban, Satgas Minta Pemerintah Daerah Galakkan Vaksinasi Booster

Sabtu 02 Jul 2022 16:26 WIB

Rep: dessy suciati saputri/ Red: Hiru Muhammad

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) ke warga di Posko Vaksinasi Covid-19 Terminal Cicaheum, Kota Bandung.

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) ke warga di Posko Vaksinasi Covid-19 Terminal Cicaheum, Kota Bandung.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Cakupan vaksinasi di 28 dari 34 provinsi juga masih di bawah 30 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah untuk kembali menggalakkan vaksinasi dosis booster di daerahnya masing-masing. Upaya ini diperlukan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster yang masih sangat lambat.

“Saya meminta tegas kepada pemerintah daerah untuk menjaga daerahnya masing-masing dengan kembali menggalakkan vaksinasi dosis booster,” kata Wiku saat konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, dikutip pada Sabtu (2/7).

Baca Juga

Wiku mengatakan, peningkatan cakupan vaksin booster ini membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat. Ia pun juga meminta pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat sudah teredukasi dengan baik pentingnya vaksinasi booster.“Mohon juga dapat segera koordinasikan dengan Kemenkes mengenai ketersediaan dan distribusi vaksin sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.

Peningkatan cakupan vaksinasi booster Covid-19 hingga saat ini masih belum signifikan. Cakupan nasional vaksinasi booster pun baru mencapai sebesar 24 persen. “Sayangnya, cakupan vaksin booster masih belum signifikan peningkatannya, di mana cakupan nasional baru sebesar 24 persen,” ujar Wiku.

Selain itu, cakupan vaksinasi di 28 dari 34 provinsi juga masih di bawah 30 persen. Hanya Bali yang sudah di atas 50 persen, disusul DKI Jakarta dan Kepulauan Riau di atas 40 persen. Sementara DIY, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur di atas 30 persen.

Wiku mengatakan, sejak dimulai pada Januari 2022 lalu, progres vaksinasi booster lebih lambat dibandingkan vaksinasi dosis satu dan dua. Pada awal pelaksanaan vaksinasi dosis satu dan dua, cakupannya dapat meningkat 60 persen dalam kurun waktu 6 bulan yaitu antara Juni-Desember 2021.

Namun, pada vaksinasi booster di kurun waktu yang sama sejak Januari-Juni 2022, cakupannya baru meningkat sebesar 20 persen.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA