Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Pemain Hoki Kanada Jadi Muslim Pertama Memenangkan Piala Stanley

Jumat 01 Jul 2022 18:03 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Pemain hoki Muslim asal Kanada, Nazem Kadri terima banyak dukungan melalui sosial media. Sebelumnya, ia mendapatkan pelecehan Islamofobia dan pernyataan rasis secara daring. Pemain Hoki Kanada Jadi Muslim Pertama Memenangkan Piala Stanley

Pemain hoki Muslim asal Kanada, Nazem Kadri terima banyak dukungan melalui sosial media. Sebelumnya, ia mendapatkan pelecehan Islamofobia dan pernyataan rasis secara daring. Pemain Hoki Kanada Jadi Muslim Pertama Memenangkan Piala Stanley

Foto: About Islam
Kadri dan keluarganya sering menjadi sasaran serangan Islamofobia di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Penyerang klub hoki es Colorado Avalanche asal Kanada Nazem Kadri menjadi Muslim pertama yang memenangkan Piala Stanley. Dalam babak play-off NHK musim ini, Kadri mencetak 15 point dalam beberapa pertandingan.

Dilansir dari The National News, Jumat (1/7/2022), selama play-off Piala Stanley 2021-2022, ia mencetak tujuh gol dan mencatatkan delapan assist. Dia membuat hat-trick play-off pertamanya dalam kemenangan 6-3 melawan St Louis Blues pada Mei.

Baca Juga

Ribuan penggemar berbaris di jalan-jalan di Mile High City untuk merayakan kemenangan kejuaraan pertama klub hoki es mereka dalam 20 tahun. Juara Piala Stanley itu memposting foto dirinya di media sosial dengan trofi dengan tulisan yang berbunyi: “Tidak ada yang tersisa untuk dikatakan. Juara dunia 2022.”

Kadri dan keluarganya sering menjadi sasaran serangan Islamofobia di media sosial selama babak play-off. Serangan itu dikutuk oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR).

"Serangan retorika rasis dan Islamofobia yang mengerikan yang menjadi sasaran Kadri menunjukkan keseriusan ancaman yang ditimbulkan oleh kefanatikan dan rasisme anti-Muslim," kata Direktur Komunikasi CAIR Ibrahim Hooper dalam siaran pers.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Nazem Kadri (@43kadri)

 

Bintang Colorado Avalanche itu mengatasi patah jempol yang diterima selama babak play-off untuk mencetak gol kemenangan dalam perpanjangan waktu di Final Piala Stanley melawan Tampa Bay Lightning. "Anda bekerja sepanjang hidup Anda untuk ini dan sekarang di sini. Perasaan yang luar biasa," katanya setelah menang.

Warga Kanada keturunan Lebanon itu mengatakan dia berharap bisa membawa putrinya, Naylah, ke Lebanon suatu hari nanti agar dia bisa mengerti dari mana keluarganya berasal. “Saya ingin menjelaskan kepadanya apa artinya menjadi Muslim di Amerika Utara. Menjadi seorang ayah, saya melihat lebih banyak hal dalam diri saya daripada sebelumnya," tulisnya dalam artikel Players Tribune bulan lalu. 

Kadri direkrut ketujuh secara keseluruhan oleh Toronto Maple Leafs pada 2009 sebelum Avalanche mendapatkannya dalam perdagangan 2021 untuk memperkuat prospek kejuaraan mereka. Dia adalah salah satu dari dua Muslim di NHL bersama dengan Nail Yakupov, yang terpilih pertama secara keseluruhan dalam draft 2012 oleh Edmonton Oilers dan bermain untuk The Blues.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA