Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Jelang Lawan Timnas U-19 Indonesia, Vietnam Waspadai 4 Pemain Ini

Jumat 01 Jul 2022 17:29 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih timnas U-19 Vietnam, Dinh The Nam.

Pelatih timnas U-19 Vietnam, Dinh The Nam.

Foto: onsport.vn
Dinh menilai pertandingan akan sulit karena Indonesia bermain di kandang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas U-19 Vietnam akan berhadapan dengan Timnas U-19 Indonesia pada laga perdana Grup A Piala AFF 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/7/2022) malam WIB. Pelatih tim berjuluk the Golden Star, Dinh The Nam, menilai pertandingan akan sulit karena Indonesia bermain di kandang dan punya persiapan yang baik.

"Kami tahu Indonesia melakukan persiapan dengan baik buat turnamen ini dan akan bermain di hadapan pendukung sendiri," kata Dinh dalam konferensi pers di Hotel Century, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga

Kendati demikian, pelatih yang awal tahun ini sukses membawa Vietnam U-23 menjuarai Piala AFF U-23 2022 meyakini semua tim yang mengikuti kejuaraan ini pasti menginginkan hasil terbaik. Sebab itu, ia memastikan anak asuhnya akan berjuang maksimal di setiap pertandingan.

"Kami mungkin akan kesulitan karena pasti suporter Indonesia akan datang memenuhi stadion untuk dukung Indonesia, tapi kami siap untuk tantangan ini dan kami percaya diri akan melakukan yang terbaik, tak ada yang tak mungkin," jelas Dinh.

Selain itu, pelatih kelahiran 30 April 1965 itu juga menyebut beberapa pemain Indonesia yang menurutnya perlu diwaspadai. Yakni bek Muhamad Ferrari 4 (Persija Jakarta), gelandang Dimas Juliono 13 (Persib Bandung), dan Arkhan Fikri 8 (Arema FC), juga striker Ronaldo Kwateh (Madura United). "Kami tahu ada sekitar empat atau lima pemain berbahaya dari timnas U-19, seperti bek nomor 4, gelandang nomor 13, nomor, 8 dan striker Ronaldo," ucapnya.

Mengenai kejuaraan ini, Dinh mengatakan hal yang juga menjadi tantangan adalah jadwal padat yang akan dihadapi oleh semua tim. Setiap tim akan bermain setiap dua hari sekali di fase grup. Grup A mempunyai satu pertandingan lebih banyak daripada Grup B karena diisi oleh enam tim.

"Jadwal ini sangat sulit dan ini tidak bagus untuk semua tim. Tapi semua tim mengalaminya. Semua memiliki kesulitan yang sama, jadi kami akan memberikan yang terbaik untuk semua pertandingan," tegas Dinh.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA