Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Serangan Rudal Rusia Tewaskan 18 Orang di Wilayah Odesa Ukraina

Jumat 01 Jul 2022 16:29 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Rudal Rusia menghantam sebuah apartemen dan dua kamp liburan dekat Pelabuhan Odesa, Ukraina. Ilustrasi.

Rudal Rusia menghantam sebuah apartemen dan dua kamp liburan dekat Pelabuhan Odesa, Ukraina. Ilustrasi.

Foto: AP/Petros Giannakouris
Rudal Rusia menghantam sebuah apartemen dan dua kamp liburan dekat Pelabuhan Odesa

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV - Rudal Rusia menghantam sebuah gedung apartemen dan dua kamp liburan di dekat Pelabuhan Odesa di Laut Hitam Ukraina pada Jumat (1/7/2022) pagi. Serangan ini menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai puluhan lainnya, kata pihak berwenang Ukraina.

Satu rudal menghantam gedung di desa Serhiivka di distrik Bilhorod-Dnistrovskyi sekitar pukul 01.00 waktu setempat (05.00 WIB Jumat), menewaskan 16 orang. Keterangan ini disampaikan pejabat darurat wilayah Odesa Ihor Budalenko kepada televisi lokal.

Baca Juga

Pejabat itu menambahkan bahwa 41 orang telah diselamatkan. Budalenko mengatakan pekerjaan penyelamatan masih berlangsung untuk menemukan orang-orang yang masih terjebak di gedung tempat 152 orang tinggal.

Serhiy Bratchuk, juru bicara pemerintah daerah Odesa, mengatakan rudal juga menghantam dua kamp liburan di dekatnya. Gubernur wilayah Odesa Maksym Marchenko menyebutkan total korban tewas 18 dan 31 dirawat di rumah sakit dalam sebuah unggahan di Telegram. Dia mengatakan Rusia telah menggunakan rudal Kh-22 era Soviet, yang semuanya datang dari arah Laut Hitam. Reuters tidak dapat secara independen mengonfirmasi rincian insiden tersebut.

Rusia telah membantah menargetkan warga sipil sejak menginvasi Ukraina pada akhir Februari dalam apa yang disebutnya "operasi khusus" untuk mendemiliterisasi tetangganya. Pejabat Ukraina mengatakan rudal Kh-22 yang ditembakkan oleh seorang pengebom Rusia menghantam pusat perbelanjaan yang ramai di pusat kota Kremenchuk pada Senin, menewaskan sedikitnya 19 orang.

Serangan itu menuai kecaman dari para pemimpin Barat dan Paus. Akan tetapi Rusia menolak laporan Ukraina dengan mengatakan bahwa rudal itu telah menghantam sebuah toko senjata yang dipasok Barat di sebelah mal, yang menyebabkannya terbakar. Seorang jenderal militer Ukraina pada Kamis mengatakan Rusia berusaha untuk menyerang militer dan infrastruktur penting dengan serangan rudalnya.

Namun karena sering menggunakan rudal Soviet yang tidak akurat, hal itu menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil yang signifikan. Dia mengatakan 202 rudal telah ditembakkan ke Ukraina pada paruh kedua Juni, meningkat 120 dari paruh pertama bulan itu. Dia memperkirakan 68 lokasi sipil telah diserang pada paruh kedua Juni.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA