Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Bukti Keharusan Adanya Negeri Akhirat Menurut Said Nursi

Jumat 01 Jul 2022 16:20 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Gerhana matahari sebagian terbit di New York, New York, AS, 10 Juni 2021. Bukti Keharusan Adanya Negeri Akhirat Menurut Said Nursi

Gerhana matahari sebagian terbit di New York, New York, AS, 10 Juni 2021. Bukti Keharusan Adanya Negeri Akhirat Menurut Said Nursi

Foto: EPA-EFE/JUSTIN LANE
Tuhan memiliki kemurahan yang luas dan rahmat tak terhingga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulama dan cendekiawan muslim asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi mengungkapkan bukti keharusan adanya negeri Akhirat. Menurut dia, Tuhan Pemelihara dan Pengatur semesta alam ini memiliki kemurahan yang luas dan rahmat tak terhingga.

Nursi mengatakan, Allah memiliki keagungan dan keperkasaan mutlak di mana hal itu mengimplikasikan adanya hukuman kepada mereka yang meremehkan. Sementara, kemurahan-Nya yang luas melahirkan karunia tak terhingga, dan rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu melahirkan kebaikan yang sesuai dengannya.

Baca Juga

“Hanya saja, itu semua tidak bisa terwujud di dunia yang fana dan usia singkat ini kecuali hanya sedikit sekali laksana satu tetes dari lautan. Karena itu, harus ada negeri kebahagiaan yang sesuai dengan kemurahan yang berlimpah itu serta selaras dengan rahmat yang luas tadi,” kata Nursi dikutip dari bukunya yang berjudul Risalah Kebangkitan terbitan Risalah Nur.

Jika tidak, lanjut Nursi, rahmat yang sangat jelas itu dapat diingkari sebagaimana wujud mentari yang cahayanya memenuhi siang diingkari. Pasalnya, kepergian yang tak bisa kembali lagi melahirkan sikap menafikan hakikat rahmat dengan mempersepsikan kasih sayang sebagai malapetaka, cinta sebagai bara, karunia sebagai bencana, nikmat sebagai derita, dan akal terpuji sebagai organ yang sial.

Selain itu, menurut Nursi, harus ada negeri balasan yang sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya. Sebab, biasanya orang zalim terus hidup dengan keangkuhannya dan orang yang dizalimi terus hidup dalam kehinaannya.

“Lalu mereka pergi dengan kondisi mereka tanpa ada hukuman dan balasan. Hal itu bukan berarti mereka dibiarkan. Mereka hanya ditangguhkan sampai ke pengadilan terbesar. Bahkan kadangkala hukumannya sudah diberikan di dunia,” jelas Nursi.

Nursi menambahkan, penurunan azab pada masa terdahulu kepada sejumlah kaum yang membangkang dan durhaka menjelaskan kepada kita bahwa manusia tidak dibiarkan begitu saja. Namun, ia selalu dihadapkan pada teguran dan hukuman Allah Yang Mahakuasa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA