Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Prof Zullies: Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Jika Obat Lain tidak Ada yang Mempan

Jumat 01 Jul 2022 16:17 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Obat-obatan (ilustrasi). Penggunaan ganja medis belum menjadi pilihan utama dan urgensinya tidak besar. Ganja medis baru bisa digunakan jika sudah teruji klinis dan tidak ada obat lain yang mempan.

Obat-obatan (ilustrasi). Penggunaan ganja medis belum menjadi pilihan utama dan urgensinya tidak besar. Ganja medis baru bisa digunakan jika sudah teruji klinis dan tidak ada obat lain yang mempan.

Foto: PxHere
Prof Zullies menyebut, urgensi ganja medis di dunia kesehatan sebenarnya tidak besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Apt Zullies Ikawati PhD berdapat bahwa ganja medis bisa menjadi alternatif obat apabila pengobatan sebelumnya tidak memberikan respons baik. Itu artinya, penggunaan ganja medis belum menjadi pilihan utama.

"Urgensi ganja medis pada dunia medis sebenarnya tidak besar, lebih kepada memberikan alternatif obat, terutama jika obat-obatan yang sudah ada tidak memberikan efek yang diinginkan," kata Prof Zullies kepada Antara, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga

Di sisi lain, menurut Prof Zullies, untuk menyatakan bahwa obat lain tidak efektif tentu saja ada prosedurnya. Perlu pemeriksaan yang akurat dan penggunaan obat yang adekuat untuk itu.

"Jika benar-benar tidak ada yang mempan, baru ganja medis bisa digunakan, itu pun dengan catatan harus berupa obat yang sudah teruji klinis, sehingga dosis dan cara penggunaannya jelas," kata pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM.

Prof Zullies mengatakan, tentu saja masih ada obat lain yang dapat digunakan, tidak hanya ganja medis. Ia menegaskan, posisi ganja medis ini sebenarnya justru merupakan alternatif dari obat-obat lain, jika memang tidak memberikan respons yang baik.

"Yang perlu diluruskan tentang ganja medis ini juga adalah bukan keseluruhan tanaman ganjanya, tetapi komponen aktif tertentu saja yang memiliki aktivitas farmakologi/terapi," ujar Prof Zullies.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA