Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Ekonomi Melejit, Tingkat Pengangguran Arab Saudi Turun Tajam Sejak 2008 

Jumat 01 Jul 2022 04:37 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Dwi Murdaningsih

Pengangguran (ilustrasi)

Pengangguran (ilustrasi)

Pengangguran di Arab Saudi berada di angka 10,1 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Tingkat pengangguran warga di Arab Saudi turun ke level terendah sejak 2008 karena pertumbuhan ekonomi yang terus melonjak. Kondisi ini didukung oleh pendapatan minyak yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Pengangguran berada di angka 10,1 persen pada kuartal pertama, turun dari 11 persen dalam tiga bulan terakhir tahun lalu. Angka tersebut mencapai 5,1 persen untuk warga negara laki-laki dan 20,2 persen untuk warga negara perempuan, menurut data yang diterbitkan Kamis (30/6/2022) oleh Otoritas Umum untuk Statistik Kerajaan.

Baca Juga

Dilansir dari Al Arabiya, Kamis (30/6/2022), ekonomi eksportir minyak mentah terbesar di dunia itu tumbuh hampir 10 persen pada kuartal pertama. Pertumbuhan ekonomi didukung oleh harga dan produksi minyak yang lebih tinggi. Sementara  ekonomi non-minyak juga meningkat 3,7 persen.

Angka pengangguran mencapai lebih dari 15 persen pada puncak pandemi pada pertengahan 2020 dan sejak itu turun hampir setiap kuartal. Namun bahkan di pasar kerja yang sedang meningkat, tingkat partisipasi tenaga kerja untuk warga Saudi turun 1,4 poin persentase dari kuartal keempat menjadi 50,1 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Data pada 2021 lalu, pengangguran di kalangan warga Saudi juga justru turun menjadi 11,7 persen pada kuartal pertama tahun ini dari 12,6 persen pada akhir 2020. Angka ini ditunjukkan dalam data resmi yang dikeluarkan. 

Arab Saudi telah mendorong reformasi ekonomi sejak 2016 untuk menciptakan jutaan lapangan kerja dan bertujuan untuk mengurangi pengangguran hingga 7 persen pada 2030. Tetapi rencana itu cukup terganggu oleh krisis virus corona yang membuat harga minyak anjlok. Hasilnya, pengangguran mencapai rekor tertinggi 15,4 persen pada kuartal kedua tahun lalu.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA