Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Menlu Inggris Peringatkan Kasus Ukraina Bisa Terjadi pada Taiwan

Jumat 01 Jul 2022 00:45 WIB

Red: Nidia Zuraya

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Elizabeth Mary Truss alias Liz Truss.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Elizabeth Mary Truss alias Liz Truss.

Foto: Antara/reuters
China dinilai sedang memperluas pengaruhnya melalui pemaksaan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Negara-negara Barat harus mempelajari kegagalan dalam mencegah invasi Rusia ke Ukraina dan jangan sampai mengulang kesalahan itu pada Taiwan dalam "melindungi perdamaian dan stabilitas di selat Taiwan," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss, Kamis (30/6/2022).

Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan demokratis, diklaim China sebagai wilayahnya.Ketegangan antara Taiwan dan China meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, sementara China meningkatkan aksi militernya di dekat Taiwan untuk menekan pemerintahan pulau itu agar menerima kekuasaan China.

Baca Juga

Truss mengatakan bahwa Barat, dan terutama negara-negara kawasan Indo-Pasifik, harus memastikan bahwa Taiwan terlindungi."Yang saya katakan adalah bahwa kita perlu belajar dari kasus Ukraina, yaitu bahwa kita seharusnya bisa memastikan Ukraina memiliki kemampuan mempertahankan diri lebih dini," kata Truss kepada radio LBC.

"Dan itu seharusnya bisa lebih memungkinkan untuk mencegah (Presiden Rusia Vladimir) Putin melakukan invasi ... dan itu adalah pendekatan serupa yang kita perlukan untuk negara-negara berdaulat lainnya, termasuk Taiwan." katanya.

Dalam pertemuan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) pada Rabu (29/6/2022), Truss mengatakan di pertemuan panel bahwa China sedang memperluas pengaruhnya melalui pemaksaan ekonomi dan membangun kemampuan militer. Selain itu, kata Truss, ada kemungkinan nyata bahwa mereka memiliki ide yang salah, menyebabkan salah perhitungan yang bisa membawa bencana, seperti melakukan invasi terhadap Taiwan.

Pada Kamis, menlu Inggris itu menghindari pertanyaan soal apakah ia menganggap Inggris harus mempersenjatai Taiwan.Truss hanya mengatakan, "Kita juga perlu memastikan bahwa secara bersama, dunia yang bebas memastikan Taiwan memiliki kemampuan pertahanan seperti yang dibutuhkannya."

Ia juga mengatakan Inggris harus terus membangun hubungan perdagangan dengan China tapi jangan sampai tergantung pada negara itu."Tentu, kita harus melanjutkan perdagangan dengan China. Tapi kita harus berhati-hati untuk tidak bergantung secara strategis pada China," katanya.

Menurut investigasi Reuters tahun lalu, Inggris dan sedikitnya enam negara lainnya telah membantu Taiwan dalam program rahasia untuk membuat kapal-kapal selam.

 

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA