Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Frekuensi Penerbangan Garuda Indonesia Mulai Meningkat

Kamis 30 Jun 2022 18:38 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Pesawat Garuda Indonesia (ilustrasi)

Pesawat Garuda Indonesia (ilustrasi)

Foto: Reuters
Sebelum dilanda pandemi, Garuda Indonesia melayani sekitar 600 penerbangan per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memastikan saat ini terus mencetak kinerja operasional yang semakin baik meskipun belum seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19. Direktur Human Capital Garuda Indonesia Arya Perwira mengatakan saat ini frekuensi penerbangan yang dilayani Garuda sudah mulai meningkat.

"Frekuensi kami juga sekarang naik sudah sekitar 650 penerbangan per pekan," kata Arya dalam Webinar Kadin Indonesia, Kamis (30/6/3022).

Baca Juga

Meskipun begitu, Arya menjelaskan angka tersebut masih jauh dari frekuensi penerbangan yang dilakukan Garuda Indonesia sebelumnya. Sebelum dilanda pandemi, Garuda Indonesia sempat melayani sekitar 600 penerbangan per hari.

Di sisi lain, Arya memastikan Garuda Indonesia tetap menjaga ketepatan waktu operasional pesawat. "Garuda sekarang terus mencatatkan kinerja operasi dengan ketepatan waktu operasional kami pertahankan 91 persen. Ini akan kami terus tingkatkan dari bulan ke bulan," jelas Arya.

Setelah melewati pandemi, Arya mengakui Garuda Indonesia banyak belajar dari sumber penghasilan lain selain penumpang. Dia menegaskan, Garuda Indonesia mencoba fokus pada penerbangan kargo.

"Kami secara serius menerbangkan tidak hanya jumlah penumpang tapi isian kargo dan charter. Kami secara disiplin melakukan bahwa penerbangan yang tidak profit tidak akan kita terbangkan," tutur Arya.

Meskipun begitu, Arya mengatakan Garuda Indonesia saat ini juga memiliki keterbatasan dan beberapa hambatan. Salah satunya yakni terbatasnya armada yang saat ini dalam keadaan siap operasi untuk melayani penumpang.

"Kami memiliki keterbatasan armada dan perawatan pesawat untuk mengembalikan angka kapasitas pengangkutan seperti rencana bisnis Garuda terakhir," ucap Arya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA