Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Brasil Pertimbangkan Semua Ponsel Wajib Pakai USB Type C, termasuk Apple

Kamis 30 Jun 2022 14:32 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Dwi Murdaningsih

USB Type C

USB Type C

Foto: USB Promoter Group/extremetech
Pengunaan USB Type C diyakini bisa mengurangi limbah elektronik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Regulator telekomunikasi Brasil Anatel telah meluncurkan konsultasi publik tentang proposal untuk mewajibkan pengisi daya USB-C untuk semua smartphone yang dijual di negara tersebut terutama Iphone.

Dilansir dari theverge pada Kamis (30/6), ini adalah contoh terbaru dari pembuat undang-undang dan regulator yang beralih ke USB-C sebagai standar pengisian umum untuk ponsel. Uni Eropa mengeluarkan undang-undang tentang masalah awal bulan ini.

Baca Juga

USB-C wajib untuk berbagai gadget elektronik termasuk smartphone pada akhir 2024. Di AS beberapa politisi Demokrat mendorong undang-undang serupa.

"Menyadari pergerakan tersebut di pasar internasional, area teknis Anatel mengevaluasi topik dan mempresentasikan proposal dengan pendekatan serupa untuk aplikasi di pasar Brasil,” kata Anatel dalam blognya.

USB-C telah menjadi standar pengisian daya default untuk ponsel Android baru. Undang-undang tersebut akan memiliki efek terbesar pada Apple, yang masih menggunakan standar Lightning miliknya untuk iPhone.  Sudah lama dikabarkan bahwa perusahaan sedang menguji iPhone USB-C dan sudah mengadopsi standar ini untuk banyak tablet dan laptopnya.

Dalam dokumen yang mendukung konsultasi publik, Anatel menambahkan keuntungan untuk membuat USB-C wajib terutama mengurangi limbah elektronik dan meningkatkan kenyamanan bagi pelanggan.  

Kerugiannya termasuk biaya yang lebih tinggi untuk menegakkan peraturan dan kemungkinan undang-undang akan mencegah perusahaan mengembangkan standar baru yang lebih baik.

"Konsultasi publiknya akan berlangsung hingga 26 Agustus 2022," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA