Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

IDAI: Waspadai Sindrom Peradangan Multisistem Setelah Anak Negatif Covid-19

Kamis 30 Jun 2022 12:05 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Lesi ungu sangat mirip dengan cacar air, campak, atau chilblains tampak pada pasien Covid-19. Sindrom peradangan multisistem dapat mengusik anak setelah ia sembuh dari Covid-19.

Foto:
Sindrom peradangan multisistem bisa terjadi 2-6 pekan setelah anak kena Covid-19.

Dr Yogi menjelaskan, jika anak terpapar Covid-19 dari fase akut menjadi kritis biasanya anak itu memiliki komorbid, seperti penyakit jantung bawaan, ginjal kronik, atau defisiensi sistem imun. Ia mengatakan, MIS-C sering kali terjadi pada anak-anak yang imunitasnya baik, tapi beberapa pekan atau bulan setelah Covid-19 teratasi baru timbul peradangan hebat.

"Jadi, pada anak, kita tidak hanya bicara pada fase akutnya saja. Justru pada saat PCR yang sudah negatif, beberapa anak mengalami peradangan hebat sehingga yang paling utama adalah pencegahan (terkena Covid-19)," tutur dr Yogi.

Oleh karena itu, lanjut dr Yogi, para orang tua diminta untuk memperhitungkan faktor risiko bila ingin bepergian bersama anak keluar rumah. Seandainya memang harus melaksanakan perjalanan, ia merekomendasikan mencari lokasi yang terbuka atau ventilasinya terbuka, ada aliran udara.

"Walaupun outdoor, saya tetap menyarankan untuk menggunakan masker untuk anak di atas dua tahun," tuturnya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA