Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

BRIN Tingkatkan Nilai Tambah Sumber Daya Lokal Kembangkan Baterai

Kamis 30 Jun 2022 08:30 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Motor listrik (ilustrasi). Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) fokus melakukan riset peningkatan nilai tambah sumber daya lokal untuk mendukung teknologi baterai untuk kendaraan listrik.

Motor listrik (ilustrasi). Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) fokus melakukan riset peningkatan nilai tambah sumber daya lokal untuk mendukung teknologi baterai untuk kendaraan listrik.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Pengembangan teknologi baterai sangat penting seiring pengembangan kendaraan listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) fokus melakukan riset peningkatan nilai tambah sumber daya lokal untuk mendukung teknologi baterai untuk kendaraan listrik.

"Kami akan fokus pada riset untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal seperti nikel sebagai bahan baterai melalui proses yang ramah lingkungan dan hemat biaya," kata Kepala ORNM BRIN Ratno Nuryadi.

Baca Juga

Ratno menuturkan, kendaraan listrik membutuhkan sistem penyimpanan energi berupa baterai untuk memastikan tingkat kinerja kendaraan yang diinginkan. Sehingga, riset dan pengembangan teknologi baterai sangat penting.

Ia mengatakan baterai ion litium memiliki aplikasi yang sangat luas, terutama untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi. Aplikasi tersebut menuntut berbagai kinerja baterai seperti ringan, ukuran kecil, biaya rendah, aman, dan andal.

"Teknologi utama dari baterai ini termasuk material, manufaktur, dan sistem manajemen baterai. Namun, teknologi material memiliki peran paling penting," ujar Ratno.

Oleh karena itu, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN juga fokus pada riset material dari hulu hingga hilir, yakni dari teknologi penambangan, sintesis prekursor, bahan aktif, hingga proses daur ulang. Ratno juga menuturkan sejumlah topik penelitian tentang teknologi baterai telah menarik minat para peneliti dan industri, termasuk spesifikasi daya, efisiensi energi, tingkat pengisian, masa pakai, lingkungan pengoperasian, biaya, daur ulang, dan keselamatan.

Ia berharap Kelompok Riset Baterai di Pusat Riset Material Maju ORNM dapat fokus mendalami teknologi inti baterai, sehingga dalam waktu dekat dapat menghasilkan hasil riset yang dapat meningkatkan kemandirian teknologi bangsa. BRIN juga membuka peluang kerja sama riset baterai dengan universitas, industri dan lembaga riset lain baik di tingkat nasional maupun internasional dalam berbagai platform, antara lain degree by research (DBR), program pascadoktoral, visiting researcher, dan juga visiting professor.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA