Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Pakar Nilai GoTo Mampu Buyback Saham Pakai Duit Sendiri

Kamis 30 Jun 2022 03:01 WIB

Red: Friska Yolandha

Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Sejumlah mitra pengemudi Gojek berharap mergernya dua perusahan startup Gojek dan Tokopedia memberikan dampak positif bagi kalangan mitra dengan meningkatnya bonus dan insentif karena penggabungan tersebut telah meningkatkan nilai atau valuasi perusahaan.

Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Sejumlah mitra pengemudi Gojek berharap mergernya dua perusahan startup Gojek dan Tokopedia memberikan dampak positif bagi kalangan mitra dengan meningkatnya bonus dan insentif karena penggabungan tersebut telah meningkatkan nilai atau valuasi perusahaan.

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Goto dinilai memiliki arus kas yang kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asisten Profesor Entrepreneurship and Technology Management Interest Group dari SBM ITB Dina Dellyana menilai GoTo mampu melakukan pembelian kembali atau buyback saham pakai duit sendiri. Pasalnya, perusahaan memiliki arus kas yang kuat.

Pernyataan itu dia sampaikan menanggapi pernyataan sejumlah anggota parlemen yang beranggapan investasi Telkomsel digunakan GoTo untuk buyback saham milik investor lama. "Cara mengujinya sangat gampang bisa melihat data laporan keuangan GoTo maupun prospektus saat mereka IPO. Di situ terlihat jelas kemampuan keuangan mereka," ujarnya dalam dalam Rapat Panitia Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga

Dina merupakan salah satu narasumber yang didatangkan untuk mengulik investasi perusahaan pelat merah pada perusahaan digital. Pada November 2020 lalu, Telkomsel tercatat menanamkan modal sebesar Rp 2,1 triliun. Posisi kas GoTo mencapai angka Rp 15,3 triliun hingga akhir 2020.

Dina menganalisa dengan masuknya modal pertama Telkomsel sebesar Rp2,1 triliun tersebut, maka investasi anak usaha Telkom itu hanya menyumbang 13,7 persen terhadap total kas GoTo. Menurutnya, arus kas GoTo sangat kuat bahkan tanpa ada investasi dari Telkomsel.

Berdasarkan data publik, Telkomsel exercise opsi beli saham sebesar 300 juta dolar AS pada Mei 2021, sehingga total investasi Telkomsel di GoTo menjadi Rp 6,4 triliun. Kemudian buyback saham GoTo terjadi pada akhir tahun lalu, rentang waktu ini terbilang cukup lama dari masuknya investasi Telkomsel pada Mei 2021.

Selain itu, soal pre-IPO fundraising, sebelum melakukan buyback, GoTo telah melakukan pre-IPO fundraising pada Juli sampai November 2021, dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari 1,3 miliar dolar AS. Sementara mengacu ke laporan keuangan GoTo posisi kas dan setara kas perusahaan adalah Rp 17,9 triliun pada September 2021 atau 2,7 kali dari investasi Telkomsel.

Sedangkan, kas GoTo tercatat mencapai Rp 31,1 triliun atau 4,85 kali dari total investasi Telkomsel pada Desember 2021. Adapun total dana yang digunakan dalam melakukan pembelian kembali saham adalah sebesar Rp1,7 triliun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA