Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

BPOLBF Siapkan Website Bagi Wisatawan Cegah Kapal Ilegal

Rabu 29 Jun 2022 20:54 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Sebuah kapal wisata pinisi melintas di perairan dekat Dermaga Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (30/7/2021). Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyiapkan website https://registration.labuanbajoflores.id/ bagi wisatawan yang hendak berwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Sebuah kapal wisata pinisi melintas di perairan dekat Dermaga Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (30/7/2021). Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyiapkan website https://registration.labuanbajoflores.id/ bagi wisatawan yang hendak berwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Website ini menjadi referensi bagi wisatawan jika ingin berwisata di Labuan Bajo.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyiapkan website https://registration.labuanbajoflores.id/ bagi wisatawan yang hendak berwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Langkah BPOLBF itu guna mencegah pemilihan kapal wisata yang ilegal.

"Sejak 2022 kita sudah siapkan website tersebut khusus bagi wisatawan yang hendak berwisata di Labuan Bajo, sehingga tidak tertipu oleh agen-agen travel nakal," kata Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina dari Labuan Bajo, Rabu (28/6/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan, website itu mengintegrasikan data dari dinas pariwisata, syahbandar serta Balai Taman Nasional (BTN) Komodo agar bisa dipantau. Website yang dibuat itu juga disiapkan oleh BPOLBF bertujuan agar semua operasi agen perjalanan, kapal wisata, daftar pemandu wisata memenuhi syarat dan layak dan memang terdaftar resmi.

"Website ini membantu memudahkan wisatawan untuk menjadi referensi jika ingin berwisata di Labuan Bajo," tambah dia.

Ia mengatakan, sesuai dengan daftar kapal yang terdaftar, ada 75 kapal yang layak dan legal yang bisa ditemukan di dalam website tersebut. Shana juga mengatakan, jika semua kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo legal tentunya akan memberikan pemasukan tersendiri bagi pemerintah setempat. Mulai dari pungutan pajak dan retribusi lebih jelas, keamanan dan kenyamanan wisatawan lebih terjamin sehingga secara reputasi destinasi lebih terjaga.

Oleh karena itu, ia berharap agar para pemilik kapal wisata yang belum terdaftar tetapi sudah beroperasi di Labuan Bajo untuk segera tertib tertib dan komitmen terdaftar secara resmi. Kemudian juga menjalankan service of excellence, serta konsisten untuk melengkapi standar pelayanan wisata termasuk sertifikasi keselamatan kru dan ketersediaan radio, prosedur resmi pengajuan persetujuan berlayar.

"Serta rutin melakukan perawatan memastikan kapal dalam kondisi baik," tambah dia.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA