Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Tembus Rekor Tertinggi, BEI: Pasar Modal Indonesia 2021 Mulai Pulih

Rabu 29 Jun 2022 18:48 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas kebersihan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pasar modal Indonesia pada 2021 mulai mengalami pemulihan dan terus bertumbuh. Hal ini terlihat pada akhir 2021 yang ditutup oleh kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai posisi 6.581,5 atau naik 10,1 persen (yoy), setelah mengalami penurunan pada masa pandemi tahun 2020.

Petugas kebersihan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pasar modal Indonesia pada 2021 mulai mengalami pemulihan dan terus bertumbuh. Hal ini terlihat pada akhir 2021 yang ditutup oleh kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai posisi 6.581,5 atau naik 10,1 persen (yoy), setelah mengalami penurunan pada masa pandemi tahun 2020.

Foto: REPUBLIKA
BEI laporkan peningkatan perdagangan pasar modal ditopang investor ritel domestik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar modal Indonesia pada 2021 mulai mengalami pemulihan dan terus bertumbuh. Hal ini terlihat pada akhir 2021 yang ditutup oleh kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai posisi 6.581,5 atau naik 10,1 persen (yoy), setelah mengalami penurunan pada masa pandemi tahun 2020.

"Walaupun berada di tengah pandemi, pasar modal Indonesia sudah bisa melampaui kondisi normal yang ada. Bahkan beberapa indikator mampu mencapai rekor tertinggi sepanjang masa," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, Rabu (29/6). 

Adapun total nilai kapitalisasi pasar saham pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp 8.255,62 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 18,4 persen (yoy). Dari segi likuiditas perdagangan efek saham, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham pada 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 45,2 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp 13,4 triliun. 

Pada tahun lalu, rerata frekuensi perdagangan harian saham mengalami kenaikan sebesar 91,1 persen (yoy) menjadi 1,29 juta transaksi per hari. Frekuensi perdagangan harian saham mampu menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI yaitu 2.141.575 kali transaksi pada 9 Agustus 2021. 

Selain itu, rerata volume perdagangan harian Saham juga mengalami kenaikan sebesar 81,4 persen (yoy) menjadi 20,6 miliar saham per hari. Sementara, volume perdagangan harian saham menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI, yaitu 50.982.543.199 saham pada 9 November 2021.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan meningkatnya likuiditas perdagangan efek saham ditopang oleh segmen investor ritel domestik. "Sebagian dari investor dimaksud cenderung aktif melakukan transaksi secara jangka pendek sehingga menopang likuiditas transaksi harian," kata Hasan. 

Dari sisi Perusahaan Tercatat, aktivitas jumlah Pencatatan Efek Baru Saham masih bertumbuh secara positif, BEI mampu mencatatkan 54 Perusahaan Tercatat baru dengan himpunan dana mencapai Rp 62,61 triliun yang merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah BEI. Hal ini mengantarkan jumlah Perusahaan Tercatat di BEI mencapai 766 Perusahaan Tercatat pada akhir tahun 2021.

Dari segi pengembangan investor, pada 2021 total jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 7,49 juta, atau mengalami pertumbuhan sebesar 93,0 persen (yoy). Sementara pada periode yang sama, investor saham telah mencapai 3,45 juta investor atau naik 103,6 persen (yoy).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA