Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

MUI akan Kaji Ganja Medis dari Berbagai Aspek

Rabu 29 Jun 2022 17:29 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Ladang Ganja (Ilustrasi)

Ladang Ganja (Ilustrasi)

MUI dalam memberikan solusi keagamaan mempertimbangkan kemaslahatan umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Miftahul Huda menyampaikan, MUI akan membahas permintaan fatwa tentang ganja untuk medis dalam rapat pimpinan. Dia mengatakan, MUI dalam memberikan solusi keagamaan mempertimbangkan kemaslahatan umum secara holistik.

Kajian yang akan dilakukan MUI terkait ganja, lanjut Kiai Miftah, memperhatikan berbagai aspek. "MUI akan mengkaji substansi masalah terkait dengan permasalahan ganja ini. Dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, regulasi, dan dampak yang ditimbulkan," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (29/6).

Baca Juga

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Ni'am Sholeh menyebut permintaan fatwa tentang ganja untuk keperluan medis akan ditindaklanjuti. "Kami apresiasi dan akan tindaklanjuti permintaan tersebut dengan pengkajian dalam perspektif keagamaan," katanya.

Kiai Ni'am mengungkapkan, fatwa merupakan jawaban keagamaan atas masalah yang muncul di tengah masyarakat. "Jadi basisnya adalah pertanyaan dari masyarakat," kata dia.

Dia menambahkan, MUI akan berkontribusi dalam memberikan solusi keagamaan atas dasar pertimbangan kemaslahatan umum secara holistik. Berbagai solusi ini pun bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya ialah dengan membuat fatwa yang baru.

"Apakah bentuknya dengan sosialisasi fatwa yang sudah ada, penguatan regulasi, rekomendasi untuk penyusunan regulasi, atau dalam bentuk fatwa baru. Kita akan kaji. Nanti dilihat," ucap Kiai Ni'am.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebelumnya menyampaikan, MUI sebaiknya segera mengeluarkan fatwa baru tentang tanaman ganja untuk keperluan medis. Ma'ruf menjelaskan, nantinya pemakaian tanaman ganja tersebut tidak untuk dipakai secara berlebihan sehingga hanya menimbulkan kemudaratan.

"MUI ada putusan bahwa memang ganja dilarang dalam arti membuat masalah, dalam Alquran dilarang, masalah kesehatan itu sebagai pengecualian, MUI harus membuat fatwanya. Fatwa baru pembolehannya," kata Ma'ruf.

Dia menambahkan, karena ganja terdapat berbagai spesifikasi, tentu ke depannya MUI pun akan mengeluarkan fatwa yang sesuai dengan varietasnya. Fatwa legalisasi ganja untuk medis penting agar penggunannya tidak mendatangkan masalah.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA