Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Pengusaha Tempe di Baturaja Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai

Rabu 29 Jun 2022 13:04 WIB

Red: Nidia Zuraya

Seorang pekerja menimbang kedelai di gudang penyimpanan. (ilustrasi). Pengusaha tempe di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan keluhkan lonjakan harga kedelai impor yang saat ini di kisaran Rp 13.000 per kilogram atau naik dua kali lipat dari sebelumnya.

Seorang pekerja menimbang kedelai di gudang penyimpanan. (ilustrasi). Pengusaha tempe di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan keluhkan lonjakan harga kedelai impor yang saat ini di kisaran Rp 13.000 per kilogram atau naik dua kali lipat dari sebelumnya.

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Kenaikan harga kedelai itu terjadi sejak awal tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Pengusaha tempe di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan keluhkan lonjakan harga kedelai impor yang saat ini di kisaran Rp 13.000 per kilogram atau naik dua kali lipat dari sebelumnya."Tentu sangat memberatkan kami sebagai produsen karena kedelai impor merupakan bahan baku utama untuk membuat tempe dengan kualitas baik," kata Hamdani, salah seorang pengusaha tempe di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (29/6/2022).

Menurut dia, kenaikan harga kedelai itu terjadi sejak awal tahun lalu dan pihaknya sendiri terpaksa mensiasatinya agar tidak merugi. Sebab, kata dia, dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini menaikan harga tempe di pasaran dikhawatirkan akan semakin menurunkan daya beli masyarakat.

Baca Juga

Oleh sebab itu sebagian besar perajin tempe di daerah itu menyiasati dengan mengurangi ukuran dan ketebalan tempe tanpa menaikan harga jual di pasaran yaitu masih di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per batang.Hamdani berharap pemerintah segera mencarikan solusi guna menurunkan harga kedelai impor sehingga omzet penjualan kembali normal.

"Sekarang ini daya beli masyarakat merosot tajam. Sebelumnya saya bisa menjual tempe sebanyak 350 kilogram per hari. Sekarang paling laku 75 Kg," ungkapnya.

 

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA