Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Pemegang Saham Terbesar Tencent akan Kurangi Porsi Kepemilikan

Rabu 29 Jun 2022 09:17 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Perusahaan teknologi asal Cina, Tencent.

Perusahaan teknologi asal Cina, Tencent.

Prosus merupakan pemegang saham terbesar Tencent dengan 28,8 persen saham.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG-- Pemegang saham terbesar Tencent akan mengurangi kepemilikannya media sosial dan raksasa game itu. Pemegang saham akan mengurangi hanya setahun setelah berjanji tidak akan menjual sahamnya selama tiga tahun.

Seperti dilansir dari laman CNN, Rabu (29/6/2022) Prosus, yang merupakan perusahaan spin-off media Afrika Selatan dan perusahaan investasi internet Naspers, akan mengurangi porsi kepemilikan saham di Tencent untuk mendanai program pembelian kembali saham.

Baca Juga

Saham Tencent (TME) jatuh lebih dari empat persen. Pada Senin (27/6/2022), saham Prosus (PROSY) dan Naspers (NAPRF) melonjak masing-masing 16 persen dan 23 persen di Amsterdam dan Johannesburg. Prosus yang berbasis di Amsterdam adalah pemegang saham terbesar Tencent dengan 28,8 persen saham senilai sekitar 128 miliar dolar AS.

Ini bukan pertama kalinya Prosus menjual saham Tencent dalam beberapa tahun terakhir. April lalu, Prosus menjual dua persen saham Tencent seharga 14,7 miliar dolar AS melalui perdagangan blok terbesar yang pernah ada saat itu. Perdagangan blok biasanya diatur langsung antara investor institusi besar daripada di bursa saham publik.

Prosus berjanji saat itu bahwa mereka tidak akan menjual saham Tencent lebih lanjut setidaknya selama tiga tahun ke depan.Sejak itu, saham Tencent telah merosot 40 persen, dihantam oleh tindakan keras teknologi China dan melemahnya ekonomi. Kecelakaan itu menghapus 295 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasarnya. 

Prosus mengatakan bahwa mereka akan menggunakan hasil dari penjualan saham terbuka untuk membeli kembali sahamnya sendiri dan saham Naspers."Ini juga akan menyeimbangkan kembali basis aset kami dengan aset non-Tencent kami yang berkembang pesat," kata Bob van Dijk, CEO Prosus dan Naspers.

Perusahaan itu mengatakan akan mulai menjual sejumlah kecil saham Tencent secara teratur dan teratur, tetapi tidak merinci berapa banyak. Tencent mengatakan bahwa penjualan Prosus hanya akan mewakili persentase kecil dari rata-rata volume perdagangan harian di sahamnya, menurut pengajuan pertukaran.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA