Rabu 29 Jun 2022 09:15 WIB

Pemkot Tangerang Kaji Anggaran Penanganan Stunting

Pemkot Tangerang mengkaji anggaran untuk menurunkan angka stunting di bawah target.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat adanya penurunan angka stunting di Kota Tangerang, Banten. Ditargetkan pada 2022, angka prevalensi stunting di wilayah berjuluk
Foto: istimewa
Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat adanya penurunan angka stunting di Kota Tangerang, Banten. Ditargetkan pada 2022, angka prevalensi stunting di wilayah berjuluk

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota Tangerang menyebut angka stunting di Kota Tangerang bergerak di angka 15,3 persen pada 2021 dan ditargetkan segera menurun mencapai target secara nasional sebesar 14 persen. Untuk menekan angka stunting, Pemkot Tangerang akan mengkaji soal anggaran penanganan stunting.

"Anak-anak stunting itu kan tentunya pasti butuh perhatian dan penanganan khusus ya, karena itu perlu kita bantu, semua perlu kita kasih makan, makanya harus dikaji anggarannya," ujar Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah.

Arief tidak menyebutkan angka dari anggaran yang hendak dikaji untuk penanganan stunting, namun, dia memastikan upaya itu akan segera dilakukan. Selain rencana pengkajian anggaran, upaya intervensi penurunan angka stunting juga akan didukung dengan ketersediaan fasilitas kesehatan khusus untuk stunting.

"Kalau perlu kita buatkan Pusat Penanganan Stunting, bisa di RSUD atau di Ar-Rahmah Sari Asih, tolong Dinkes dan Bappeda dikaji," tuturnya.

Arief telah menginstruksikan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), juga jajaran kecamatan hingga kelurahan untuk fokus dalam menangani masalah stunting.

Pemkot Tangerang menggelar 'Rembug Stunting' pada Selasa (28/6) di Puspemkot Tangerang dengan agenda diantaranya meliputi pengambilan tanda tangan kesepakatan bahwa seluruh stakeholder mendukung percepatan pencegahan stunting terintegrasi.

"Saya minta seluruh OPD, Camat Lurah dan semuanya setelah acara ini untuk segera bergerak, mulai intervensi. Koordinasikan dengan RT, RW untuk mendata dan lalu kita kawal setiap hari gizinya," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement