Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Pengembangan Marina Tingkatkan Pariwisata Bahari

Rabu 29 Jun 2022 08:35 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah wisatawan bermain sambil menikmati suasana matahari tenggelam (Sunset) di Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur. Pengembangan infrastruktur marina penting untuk meningkatkan pariwisata bahari.

Sejumlah wisatawan bermain sambil menikmati suasana matahari tenggelam (Sunset) di Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur. Pengembangan infrastruktur marina penting untuk meningkatkan pariwisata bahari.

Foto: ANTARA/Budi Candra Setya
Pengembangan infrastruktur marina penting untuk meningkatkan pariwisata bahari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia memiliki potensi yang tinggi untuk memaksimalkan pariwisata bahari. Indonesian National Shipowners Association (INSA) menilai infrastruktur marina menjadi salah satu yang penting untuk menentukan keberlangsungan pariwisata bahari di Indonesia.

"Pengembangan wisata bahari di Indonesia masih memiliki beberapa tantangan. Salah satu tantangan yang dialami adalah pengembangan infrastruktur marina," kata anggota DPP INSA Bidang Pariwisata Kriss Pramono, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga

Kriss menyayangkan jumlah marina di Indonesia masih sangat terbatas jumlahnya. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kapal-kapal pesiar asing maupun lokal yang dimiliki pribadi masih sulit mendapatkan tempat yang aman untuk melabuhkan kapal.

Terbatasnya jumlah marina tersebut disebabkan karena belum ada aturan khusus untuk pembangunan marina. "Untuk itu diketahui, payung hukum pembangunan marina saat ini menggunakan regulasi Terminal Khusus (Tersus) yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan," jelas Kriss.

Kriss menambahkan, saat ini kapal yacht masih dikategorikan barang mewah untuk pribadi. Namun, lanjut dia, jika digunakan untuk menunjang usaha pariwisata bisa mendapat Surat Keterangan Bebas (SKB) PPnBM.

Selain itu, Kriss menyebut elaku usaha juga terkendala dari sisi pendanaan. Sementara model bisnis marina sangat padat modal dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan modal investasinya.

Dia menilai dukungan pendanaan terhadap pembangunan belum maksimal. "Kita harap segala tantangan ini bisa dicarikan solusinya, sehingga potensi wisata bahari benar-benar tergarap optimal untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional," tutu Kriss.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA