Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Semua Gerai Ditutup, Nasib 3.000 Pegawai Holywings Masih Gantung

Rabu 29 Jun 2022 06:43 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Bilal Ramadhan

Petugas Satpol PP bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta TNI  melakukan penyegelan di salah satu bar-resto Holywings di Jakarta, Selasa (28/6/2022). Pemprov DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penutupan secara serentak terhadap 12 outlet perusahaan bar dan resto Holywings di Jakarta hari ini. Penutupan tersebut dilakukan setelah ditemukannya sejumlah pelanggaran diantaranya pelanggaran izin usaha atau belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi. Republika/Thoudy Badai

Petugas Satpol PP bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta TNI melakukan penyegelan di salah satu bar-resto Holywings di Jakarta, Selasa (28/6/2022). Pemprov DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penutupan secara serentak terhadap 12 outlet perusahaan bar dan resto Holywings di Jakarta hari ini. Penutupan tersebut dilakukan setelah ditemukannya sejumlah pelanggaran diantaranya pelanggaran izin usaha atau belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Nasib sebanyak 3.000 pegawai Holywings masih menggantung usai penutupan semua gerai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, berjanji akan memperhatikan nasib para pegawai Holywings Jakarta yang setiap outletnya kini telah resmi ditutup Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, pihak dia akan melakukan usaha untuk tetap menghadirkan lapangan pekerjaan bagi mereka.

“Tentu ini menjadi perhatian kita semua. Namun demikian, diharapkan (Holywings) mengikuti aturan dan ketentuan yang ada,” kata Riza kepada awak media, kemarin malam.

Baca Juga

Menyoal Holywings yang melanggar perizinan dan operasionalnya, Riza mengkritik usaha rintisan Ivan Tanjaya itu. Menurutnya, yang menjadi korban saat ini adalah para pegawai dan keluarganya yang menggantungkan hidup di sana.

“Nanti akan kita carikan solusi terbaiknya,” ucapnya.

Sementara itu, Politisi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono, mengkritik Pemprov DKI Jakarta karena lalai dalam pengawasan dini operasional Holywings yang berbuntut panjang. Akibatnya, kata dia, kini dampak luar biasa dirasakan setiap karyawan.

“Jangan anggap sepele, penutupan ini berdampak panjang ke karyawan, keluarga dan perlu ada evaluasi,” kata dia.

Sementara itu, salah satu pemegang saham saham Holywings, Hotman Paris Hutapea menyampaikan bahwa mayoritas karyawan Holywings beragama Islam. Hal itu disampaikan untuk menegaskan bahwa insiden dugaan penistaan agama melalui konten promosi minuman keras (miras) adalah sebuah kekhilafan.

"Holywings punya pegawai kurang lebih 3.000 orang yang terdiri atas 2.850 orang beragama Islam," tegas Hotman saat dikonfirmasi awak media, Selasa (28/6/2022).

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, serentak menutup usaha seluruh outlet Holywings di Ibu Kota yang mencapai 12 titik. Perinciannya sebanyak lima gerai di Jakarta Selatan, empat di Jakarta Utara, dua di Jakarta Barat, dan satu di Jakarta Pusat. Berikut ini ke-12 outlet Holywings di Jakarta yang dicabut izin usahanya:

1. Holywings yang berada di Kelurahan Tanjung Duren Utara,

2. Holywings Kalideres,

3. Holywings di Kelapa Gading Barat,

4. Tiger

5. Dragon

6. Holywings PIK

7. Holywings Reserve Senayan

8. Holywings Epicentrum

9. Holywings Mega Kuningan

10. Garison

11. Holywings Gunawarman, dan

12. Vandetta Gatsu.

Baca juga : Holywings Jakarta Memungkinkan untuk Buka Kembali, Ini Syaratnya Menurut Wagub

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA