Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Pemkab Jayawijaya Awasi Penyaluran BBM pada APMS

Rabu 29 Jun 2022 03:55 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU (ilustrasi). Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengawasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Agen Premium dan Solar (APMS) melalui penggunaan mesin pompa minyak atau dispenser guna mencegah penyelewengan.

Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU (ilustrasi). Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengawasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Agen Premium dan Solar (APMS) melalui penggunaan mesin pompa minyak atau dispenser guna mencegah penyelewengan.

Foto: Antara/Indrayadi TH
Pemkab Jayawijaya sudah memiliki alat untuk mengukur keandalan meteran APMS.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengawasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Agen Premium dan Solar (APMS) melalui penggunaan mesin pompa minyak atau dispenser guna mencegah penyelewengan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya Lukas Kossay di Wamena, Selasa (28/6/2022), mengakui pernah menjadi temuan adanya salah satu APMS yang memiliki meteran pada dispenser tidak bekerja sesuai dengan BBM yang dikeluarkan.

Baca Juga

"Sesungguhnya memang ada temuan di salah satu APMS, tapi itu sudah diperbaiki," kata dia.

Menurut Lukas, persoalan tersebut sudah disampaikan kepada pihak Pertamina di Jayapura. "APMS yang bermasalah tersebut sudah ditegur, dan kami membuat laporan kepada Pertamina di Jayapura agar hal ini segera ditangani," ujar Lukas.

Dia menjelaskan tidak hanya itu, Pemerintah Jayawijaya juga sudah memiliki alat untuk mengukur permasalahan serupa sehingga pengawasan akan terus dilakukan. "Jadi kami bisa mendeteksi mesin rusak yang mana, terus waktu pengisian itu lima detik masuknya berapa, sampai dengan kalau satu menit berapa yang masuk, itu sudah kami punya alatnya," katanya lagi.

Dia menambahkan pemerintah menduga hal ini terjadi karena usia dispenser yang sudah tua dan perlu diganti dengan yang baru. "Ini sepertinya tidak disengaja, namun dari sisi usia juga harus diganti dengan yang baru, tetapi sampai sekarang belum diganti makanya sedikit rewel dan dibongkar pasang sehingga hal tersebut akan menyebabkan perubahan," ujarnya lagi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA