Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Food Station Bangun Pabrik Minyak Goreng di Cilegon

Rabu 29 Jun 2022 01:00 WIB

Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi pekerja mengemas minyak goreng di Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit.

Ilustrasi pekerja mengemas minyak goreng di Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit.

Foto: ANTARA FOTO
Nilai investasi pembangunan pabrik minyak goreng tersebut sekitar Rp 150 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya bersinergi dengan BUMD pangan di Jawa Barat dan Jawa Tengah berencana membangun pabrik minyak goreng di Cilegon, Banten. Nilai investasi pembangunan pabrik minyak goreng tersebut sekitar Rp 150 miliar.

"Bentuknya adalah penyertaan modal investasi, KSO kerja sama investasi," kata Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo usai mengikuti seminar ekonomi bisnis 2022 di Kempinski, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga

Rencananya, pembangunan pabrik akan dimulai pada Januari 2023 dan ditargetkan rampung sekitar Juni 2023.Sebagai permulaan, lanjut dia, pada Rabu (29/6) akan dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Food Station dengan pemilik lahan kawasan industri Krakatau.

Selain itu, lanjut dia, akan ada penandatanganan nota kesepahaman dengan salah satu anak usaha BUMN, PT Perkebunan Nusantara III dan IV yang mengolah minyak sawit mentah (CPO).Pamrihadi juga menambahkan dipilihnya Cilegon sebagai lokasi pabrik karena untuk efisiensi mengingat lokasinya berada di dekat dermaga sehingga memudahkan proses bongkar muat CPO yang dikirim dari Kalimantan dan Sumatera.

Awalnya, pabrik rencananya ada di Jawa Barat namun mempertimbangkan efektivitas sehingga dialihkan ke Cilegon.Selain kerja sama modal bersama dua BUMD Pangan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, ketiganya juga akan bekerja sama dalam penyerapan produksi.

Sedangkan terkait kebutuhan anggaran itu, pihaknya tidak akan menggunakan dana dari APBD namun diperkirakan menggunakan skema pembiayaan perbankan."Tidak ada dari APBD. Jadi dari tiga BUMD, apakah penyertaan modalnya menggunakan kredit dari bank," imbuhnya.

Ia juga menampik pembangunan pabrik itu karena ada kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu, namun lebih sebagai upaya menjaga ketersediaan stok pangan utama sama halnya dengan komoditas utama lain seperti beras.Saat ini pihaknya sedang melakukan kajian mendalam terkait rencana pembangunan pabrik minyak goreng itu termasuk menyangkut untung dan rugi.

 

Food Station Bangun Pabrik Minyak Goreng di Cilegon

JAKARTA -- BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya bersinergi dengan BUMD pangan di Jawa Barat dan Jawa Tengah berencana membangun pabrik minyak goreng di Cilegon, Banten. Nilai investasi pembangunan pabrik minyak goreng tersebut sekitar Rp 150 miliar.

"Bentuknya adalah penyertaan modal investasi, KSO kerja sama investasi," kata Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo usai mengikuti seminar ekonomi bisnis 2022 di Kempinski, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Rencananya, pembangunan pabrik akan dimulai pada Januari 2023 dan ditargetkan rampung sekitar Juni 2023.Sebagai permulaan, lanjut dia, pada Rabu (29/6) akan dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Food Station dengan pemilik lahan kawasan industri Krakatau.

Selain itu, lanjut dia, akan ada penandatanganan nota kesepahaman dengan salah satu anak usaha BUMN, PT Perkebunan Nusantara III dan IV yang mengolah minyak sawit mentah (CPO).Pamrihadi juga menambahkan dipilihnya Cilegon sebagai lokasi pabrik karena untuk efisiensi mengingat lokasinya berada di dekat dermaga sehingga memudahkan proses bongkar muat CPO yang dikirim dari Kalimantan dan Sumatera.

Awalnya, pabrik rencananya ada di Jawa Barat namun mempertimbangkan efektivitas sehingga dialihkan ke Cilegon.Selain kerja sama modal bersama dua BUMD Pangan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, ketiganya juga akan bekerja sama dalam penyerapan produksi.

Sedangkan terkait kebutuhan anggaran itu, pihaknya tidak akan menggunakan dana dari APBD namun diperkirakan menggunakan skema pembiayaan perbankan."Tidak ada dari APBD. Jadi dari tiga BUMD, apakah penyertaan modalnya menggunakan kredit dari bank," imbuhnya.

Ia juga menampik pembangunan pabrik itu karena ada kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu, namun lebih sebagai upaya menjaga ketersediaan stok pangan utama sama halnya dengan komoditas utama lain seperti beras.Saat ini pihaknya sedang melakukan kajian mendalam terkait rencana pembangunan pabrik minyak goreng itu termasuk menyangkut untung dan rugi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA