Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Tragedi Tewasnya Puluhan Migran di Truk Trailer Perbatasan AS dan Meksiko

Selasa 28 Jun 2022 19:55 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Sebanyak 46 mayat ditemukan di dalam sebuah truk trailer di San Antonio, Texas

Sebanyak 46 mayat ditemukan di dalam sebuah truk trailer di San Antonio, Texas

Foto: istimewa
46 mayat ditemukan menumpuk di truk trailer di San Antonio, Texas, Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, SAN ANTONIO -- Sebanyak 46 mayat ditemukan di dalam sebuah truk trailer di San Antonio, Texas, pada Senin (27/6/2022). Mereka adalah para migran yang mencoba masuk menerbos perbatasan Amerika Serikat - Meksiko.

Pejabat Departemen Pemadam Kebakaran San Antonio mengatakan, mereka menemukan tumpukan mayat dan tidak ada tanda-tanda air di dalam truk. Truk tersebut ditemukan di sebelah rel kereta api di daerah terpencil di pinggiran selatan kota.

Selain deretan tubuh tidak bernyawa, sebanyak 16 orang lain yang ditemukan di dalam trailer diangkut ke rumah sakit. Mereka yang masih bertahan terkena serangan panas dan kelelahan, termasuk empat anak di bawah umur. Suhu di San Antonio yang berjarak sekitar 250 km dari perbatasan Meksiko mencapai 39,4 derajat Celcius pada Senin, dengan kelembapan tinggi.

"Pasien yang kami lihat terasa panas saat disentuh, mereka menderita serangan panas, kelelahan," kata Kepala Pemadam Kebakaran San Antonio Charles Hood.

"Itu adalah traktor-trailer berpendingin tetapi tidak ada unit AC yang berfungsi di rig itu," ujarnya.

Kepala Polisi San Antonio William McManus mengatakan, seseorang yang bekerja di gedung terdekat mendengar teriakan minta tolong dan keluar untuk menyelidiki. Pekerja menemukan pintu trailer terbuka sebagian dan melihat ke dalam dan menemukan sejumlah mayat.

McManus mengatakan, ini adalah insiden terbesar dari jenisnya di kota itu. Dia menyatakan, sebanyak tiga orang telah ditahan setelah insiden itu, meskipun keterlibatan mereka belum jelas.

Seorang juru bicara Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) mengatakan, divisi Investigasi Keamanan Dalam Negeri sedang menyelidiki dugaan penyelundupan manusia. Mereka sedang berkoordinasi dengan polisi setempat.

Kematian itu sekali lagi menyoroti tantangan dalam mengendalikan penyeberangan migran di perbatasan AS-Meksiko, yang telah mencapai rekor tertinggi. Masalah ini terbukti sulit bagi Presiden AS Joe Biden, seorang Demokrat yang mulai menjabat pada Januari 2021.

Biden sebelumnya berjanji untuk membalikkan beberapa kebijakan imigrasi garis keras pendahulunya dari Partai Republik Donald Trump. Partai Republik telah mengkritik strategi Biden menjelang pemilihan kongres paruh waktu pada November.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA