Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Kasus Covid-19 Baru Korsel Kembali Meningkat

Selasa 28 Jun 2022 18:55 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Korea Selatan (Korsel) melaporkan peningkatan kasus Covid-19 baru di tengah tren penurunan kasus selama beberapa pekan terakhir

Korea Selatan (Korsel) melaporkan peningkatan kasus Covid-19 baru di tengah tren penurunan kasus selama beberapa pekan terakhir

Foto: AP/Ahn Young-joon
Kenaikan kasus terjadi saat pemerintah mulai melonggarkan pembatasan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Korea Selatan (Korsel) melaporkan peningkatan kasus Covid-19 baru di tengah tren penurunan kasus selama beberapa pekan terakhir, Selasa (28/6/2022). Kenaikan ini juga terjadi saat pemerintah mulai melonggarkan pembatasan Covid-19 di seluruh negeri.

"Sejumlah 9.898 infeksi Covid-19, termasuk 119 dari luar negeri, sehingga total beban kasus menjadi 18.339.319," kata Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) seperti dikutip laman Yonhap News Agency, Selasa (28/6/2022).

Sementara kurva pandemi umumnya cenderung menurun, penghitungan Selasa naik 593 kasus dari seminggu yang lalu, dan 125 dari dua minggu lalu. Ini adalah indikasi bahwa laju penurunan melambat.

Sementata itu KDCA melaporkan lima kematian akibat Covid-19 pada Selasa. Kematian baru meningkatkan jumlah kematian menjadi 24.530. Tingkat kematian mencapai 0,13 persen.

Jumlah pasien yang sakit kritis mencapai 62, turun enam dari sehari yang lalu. Kasus Covid-19 harian Korsel terus menurun hingga tetap di bawah 10 ribu sejak 10 Juni. Sebelumnya kasus baru mencapai lebih dari 620 ribu pada pertengahan Maret.

Pada April, pemerintah menghapus sebagian besar pembatasan jarak sosial, kecuali persyaratan masker dalam ruangan. Pelonggaran dilakukan karena infeksi baru terus turun.

Namun, pemerintah memperpanjang mandat isolasi diri untuk pasien Covid-19 hingga 17 Juli karena kekhawatiran bahwa aturan yang dilonggarkan dapat memicu kebangkitan virus lain. Otoritas kesehatan memperingatkan kenaikan dapat terjadi untuk sementara waktu karena berkurangnya efektivitas vaksin.

"Tren penurunan gelombang Covid-19 tampaknya telah mencapai batasnya dan kasus infeksi dapat meningkat lagi," kata seorang pejabat dari KDCA Im Sook-young dalam pengarahan harian Selasa.

"Sejak gelombang memuncak pada Maret, kasus infeksi telah menurun, tetapi tingkat penurunan baru-baru ini melambat," katanya.

Menurutnya kekebalan alami dari infeksi dan perlindungan yang diinduksi vaksin diperkirakan akan berkurang. Yang menambah kekhawatiran adalah bahwa tingkat reproduksi telah meningkat pada angka yang stabil menjadi 0,91 minggu ini dari 0,74 untuk minggu pertama Juni.

Kasus impor juga meningkat setelah Korsel melonggarkan aturan masuk untuk pelancong luar negeri. Jumlah rata-rata kasus impor mencapai 38 untuk minggu pertama, tetapi telah meningkat menjadi 92 pada minggu keempat.

"Kami memperkirakan kasus impor akan terus meningkat di tengah lebih banyak penerbangan internasional dan pengunjung asing," kata Im.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA