Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

AS Gelar Serangan yang Incar Pemimpin al-Qaeda di Suriah

Selasa 28 Jun 2022 09:23 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Pasukan Alqaeda di Yaman. Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan AS menggelar sebuah serangan di Provinsi Idlib, Suriah pada Senin (27/6/2022) mengincar pemimpin milisi bersenjata Al-Qaeda.

Pasukan Alqaeda di Yaman. Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan AS menggelar sebuah serangan di Provinsi Idlib, Suriah pada Senin (27/6/2022) mengincar pemimpin milisi bersenjata Al-Qaeda.

Foto: Reuters
Target serangan tersebut adalah Abu Hamzah al Yemeni

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan AS menggelar sebuah serangan di Provinsi Idlib, Suriah pada Senin (27/6/2022) kemarin. Serangan itu mengincar pemimpin milisi bersenjata Al-Qaeda.

Dalam pernyataannya militer AS mengatakan target serangan tersebut adalah Abu Hamzah al Yemeni, seorang "pemimpin senior" al Qaeda yang berkaitan dengan Hurras al-Din. Serangan dilakukan saat ia sedang berjalan sendirian dengan sepeda motor.

Baca Juga

Militer AS menambahkan tinjauan awal mengindikasi tidak ada warga sipil yang terluka dalam serangan itu.

Dalam sebuah cicitan di Twitter, organisasi kemanusian Syrian Civil Defence melaporkan seorang pria tewas terburu tepat sebelum tengah malam. Setelah sepeda motor ia bawa ditembak dengan dua roket.

Organisasi itu menambahkan jenazah pria tersebut sudah dipindahkan ke departemen forensik di Kota Idlib.

Dikutip dari Counterextremis.com, Hurras al-Din (HaD) didirikan pada 27 Januari 2018. Kelompok itu terbentuk dari tujuh faksi pemberontak ekstremis Suriah. Sepuluh faksi pemberontak yang lebih kecil kemudian bergabung beberapa bulan kemudian.

Seluruh sejarah ideologi dan pemimpin-pemimpinnya berkaitan dengan al-Qaeda. Pemimpinnya didominasi vetera Al-Qaeda yang bukan orang Suriah. Pada Agustus tahun lalu mereka mengaku bertanggung jawab atas ledakan bus Garda Republik di Damaskus, Suriah.

Walaupun pemerintah Suriah mengklaim ledakan terjadi karena "sirkuit pendek". HaD mengaku bila ledakan itu merupakan balas dendam pada Presiden Bashar al-Assad atas tindakannya di Kota Daraa, Suriah. Sopir bus tewas dan tiga lainnya terluka dalam ledakan tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA