Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Kemenkes: Vaksin Merah Putih Perkuat Sistem Ketahanan Kesehatan

Selasa 28 Jun 2022 03:06 WIB

Red: Friska Yolandha

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyampaikan sambutan saat Kick Off Uji Klinik Fase 3 Vaksin Merah Putih di Aula Fakultas Kedokteran Unair di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/6/2022). Uji Klinik Fase 3 Vaksin Merah Putih yang melibatkan 4.005 relawan dan berlangsung selama enam bulan tersebut diharapkan dapat menjadi vaksin booster dan vaksin COVID-19 untuk anak sebagai upaya dalam membangun kemandirian bangsa khususnya di bidang farmasi.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyampaikan sambutan saat Kick Off Uji Klinik Fase 3 Vaksin Merah Putih di Aula Fakultas Kedokteran Unair di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/6/2022). Uji Klinik Fase 3 Vaksin Merah Putih yang melibatkan 4.005 relawan dan berlangsung selama enam bulan tersebut diharapkan dapat menjadi vaksin booster dan vaksin COVID-19 untuk anak sebagai upaya dalam membangun kemandirian bangsa khususnya di bidang farmasi.

Foto: ANTARA/Moch Asim
Vaksin Merah Putih merupakan bagian dari 14 antigen vaksin program Imunisasi nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vaksin Merah Putih COVID-19 merupakan bagian dari 14 antigen vaksin program Imunisasi Nasional yang kini sedang dikembangkan Indonesia. Pengembangan ini dalam upaya memperkuat sistem ketahanan kesehatan.

"Hal ini merupakan langkah besar dalam upaya bangsa Indonesia mewujudkan kemandirian di bidang produksi vaksin terutama vaksin COVID-19," kata Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Agusdini Banun Saptaningsih dalam acara Kick Off Uji Klinik Fase 3 Vaksin Merah Putih secara virtual yang diikuti dari YouTube Unair di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Baca Juga

Agusdini mengapresiasi kerja sama Unair dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dalam mengembangkan plaformincativatedvirus menjadi Vaksin Merah Putih. Pandemi COVID-19, kata Agusdini, telah menyadarkan bangsa untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan Indonesia.

"Ketika negara lain sudah mulai mengembangkan vaksin COVID-19, dengan teknologi baru, Indonesia masih pada tahapan produksi field and finish platform vaksin konvensional. Namun hal itu merupakan langkah besar dalam upaya Bangsa Indonesia mewujudkan kemandirian," ujarnya.

Ia mengatakan transformasi resiliensi kefarmasian untuk produksi vaksin, meliputi strategi membangun kapasitas penelitian dan produksi vaksin nasional dalam pengembangan dan produksi 14 antigen vaksin program imunisasi.

Sebanyak 14 antigen vaksin yang dimaksud di antaranyaPneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) adalah vaksin untuk mencegah penyakit infeksi yang berat, seperti meningitis, pneumonia, dan sepsis. 

Selain itu, Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker dan prakanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Kemudian vaksin Rotavirus untuk mencegah penularan diare akibat rotavirus.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA