Selasa 28 Jun 2022 00:37 WIB

Hikmah Sholat: Mengapa Bacaan Sholat Zhuhur dan Ashar tanpa Suara?

Pelaksanaan sholat hanya didasarkan pada apa yang dicontohkan Nabi Muhammad.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Muslimah shalat. (ilustrasi). Hikmah Sholat: Mengapa Bacaan Sholat Zhuhur dan Ashar tanpa Suara?
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Muslimah shalat. (ilustrasi). Hikmah Sholat: Mengapa Bacaan Sholat Zhuhur dan Ashar tanpa Suara?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam sholat lima waktu, tiga di antaranya dilakukan dengan bacaan Alquran bersuara keras dan dua lainnya tanpa suara, yakni sholat zhuhur dan ashar. Mungkin sebagian Muslim sempat terbersit pertanyaan, mengapa bacaan Alquran dalam dua sholat itu dilakukan tanpa suara?

Para ulama, sebagaimana dilansir Elbalad, Senin (27/6), telah berupaya mengetahui hikmah sholat dengan bacaan Alquran yang diucapkan tanpa suara. Sebagian ulama menyebutkan bahwa pelaksanaan sholat hanya didasarkan pada apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Sholatlah sebagaimana kalian melihatku sholat." (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW mengimami kami dalam sholat. Terkadang beliau mengeraskan bacaan dan kadang tanpa suara, maka kami mengeraskan apa yang Rasulullah keraskan dan kami baca tanpa suara apa-apa yang Rasulullah baca tanpa suara."

Tidak ada nash yang menjelaskan hikmah di balik sholat zhuhur dan ashar soal mengapa bacaan Alqurannya diucapkan tanpa suara. Meski begitu, sebagian ulama berusaha mencari hikmahnya, dan memaparkan sholat zhuhur dan ashar adalah waktu di mana orang-orang sibuk bekerja atau berwirausaha untuk menjemput rezeki.

Dalam kondisi itulah, tepat jika sholat dilakukan dengan bacaan tanpa suara. Karena, pikiran seorang hamba pada waktu zhuhur dan ashar telah dipenuhi oleh berbagai tugas kehidupan.

Ketika bacaan Alquran dalam sholat tanpa suara, maka bisa tercapai sebuah kekhidmatan dalam sholat, karena yang menyadari dan mengetahui bacaannya hanyalah dirinya sendiri dan dengan demikian pikiran pun tidak teralihkan dengan hal lain atau pekerjaan di luar sana.

Berbeda halnya dengan waktu sholat maghrib, isya, dan subuh. Seorang hamba pada tiga waktu ini lebih sedikit kesibukannya. Bahkan, di waktu subuh, seseorang belum memulai kesibukannya dan hatinya masih kosong. Sehingga sepantasnya diisi dengan bacaan sholat yang disuarakan keras.

Sumber: https://www.elbalad.news/5336022

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement