Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Taiwan dan AS akan Gelar Pembicaraan Perdagangan

Senin 27 Jun 2022 23:15 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Taiwan dan Amerika Serikat (AS) akan mengadakan pembicaraan perdagangan di bawah kerangka kerja yang baru disepakati.

Taiwan dan Amerika Serikat (AS) akan mengadakan pembicaraan perdagangan di bawah kerangka kerja yang baru disepakati.

Foto: AP Photo/Julio Cortez
Pembicaraan perdagangan AS-Taiwan berada di bawah kerangka kerja yang baru disepakati

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI - Taiwan dan Amerika Serikat (AS) akan mengadakan pembicaraan perdagangan pada Senin (27/6/2022). Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengatakan, pembicaraan itu berada di bawah kerangka kerja yang baru disepakati.

"Deputi Perwakilan Dagang AS Sarah Bianchi akan bertemu dengan negosiator perdagangan utama pulau itu, John Deng, untuk membahas inisiatif perdagangan abad ke-21," kata kantornya, tanpa memberikan rincian.

Inisiatif tersebut diresmikan bulan ini. Persemaiannya terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintahan Biden mengecualikan pulau dari rencana ekonomi yang berfokus pada Asia yang dirancang untuk melawan pengaruh China yang semakin besar, Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik, atau IPEF.

"Taiwan masih berharap menyegel kesepakatan perdagangan bebas dengan Amerika Serikat," kata Deng kepada Reuters.

Awal bulan ini pemerintah China menuduh Washington membahayakan perdamaian setelah utusan AS memulai pembicaraan perdagangan dengan Taiwan yang bertujuan untuk memperdalam hubungan dengan pulau demokrasi yang diklaim oleh Beijing. Pembicaraan awal bulan ini antara AS dan Taiwan mencakup perdagangan, regulasi, dan bidang lain berdasarkan nilai bersama sebagai ekonomi yang berorientasi pasar.

"Dialog perdagangan mengganggu perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian. Dia meminta Washington untuk menghentikan negosiasi perjanjian dengan Taiwan yang memiliki konotasi kedaulatan dan sifat resmi.

Taiwan dan China berpisah pada 1949 setelah perang saudara yang berakhir dengan kemenangan Partai Komunis yang berkuasa di daratan. Mereka memiliki hubungan perdagangan dan investasi bernilai miliaran dolar tetapi tidak memiliki hubungan resmi. Beijing mengatakan Taiwan tidak memiliki hak untuk melakukan hubungan luar negeri.

AS tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan, produsen utama semikonduktor. Namun pemerintahan Biden telah meningkatkan keterlibatan karena China berusaha mengisolasinya dari institusi global.

sumber : Reuters / AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA