Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Setan akan Selalu Membisikkan kepada Manusia untuk Berbuat Kikir

Senin 27 Jun 2022 05:25 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi bersedekah atau berderma lawan kikir atau pelit. Pelit atau kikir merupakan sikap yang ada dalam diri manusia secara umum

Ilustrasi bersedekah atau berderma lawan kikir atau pelit. Pelit atau kikir merupakan sikap yang ada dalam diri manusia secara umum

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Pelit atau kikir merupakan sikap yang ada dalam diri manusia secara umum

REPUBLIKA.CO.ID, —Setan selalu menakut-nakuti manusia akan kemiskinan bila berderma. Setan justru membisikkan kepada manusia untuk menjadi orang kikir.

Pimpinan Yayasan Askar Kauny, Ustadz Bobby Herwibowo, mengatakan keterangan ini dapat ditemukan pada Alquran surat Al Baqarah ayat 268.

Baca Juga

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ 

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)." 

Karenanya menurut Ustadz Bobby, agar diri terhindar dari pelit maka jangan mempercayai bisikan setan yang menakuti akan jatuh miskin karena berderma. 

Sebaliknya seorang mukmin harus meyakini bahwa ketika berderma maka Allah SWT akan memberikan kelapangan dan keberkahan rezeki. Mengutip sabda Mabi Muhammad SAW, Ustadz Bobby mengatakan bahwa harta yang dibelanjakan pada jalan Allah SWT tidak akan berkurang. Justru manfaatnya akan terus bertambah.  

"Kalau orang sudah punya sifat pelit cara penyembuhannya adalah harus mengeluarkan dari harta yang Allah SWT berikan dari yang wajibnya terlebih dulu. 2,5 persen keluarkan. Nanti biasakan keluarkan infak setiap pagi. Dan percayalah bahwa dengan berbagi di jalan Allah SWT tidak akan bakal berkurang," katanya.

Dia menyebutkan, Alquran surat Al Munafiqun ayat 10 telah menggambarkan bagaimana penyesalannya orang-orang pelit ketika ajalnya telah datang. Kelak orang-orang pelit itu akan sangat menyesal dan berharap untuk ditangguhkan ajalnya sehingga bisa bersedekah. 

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"  

Selain itu Ustadz Bobby menjelaskan sebagaimana digambarkan Alquran Surat At Taubah ayat 35 tentang siksaan bagi  orang yang pelit. Di mana kelak orang-orang pelit akan disiksa di neraka jahanam.

Dahi, lambung dan punggung mereka akan dibakar sebagai hukuman karena menumpuk-numpuk harta dan pelit semasa hidup di dunia. 

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

"Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."  

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA