Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

4 Makanan Ini Terpapar 'Forever Chemicals' dari Kemasannya

Senin 27 Jun 2022 00:40 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Popcorn (Ilustrasi). Kantong popcorn mengandung PFAS. Sebaiknya, hindari memasak popcorn di dalam kemasannya dengan microwave.

Popcorn (Ilustrasi). Kantong popcorn mengandung PFAS. Sebaiknya, hindari memasak popcorn di dalam kemasannya dengan microwave.

Foto: pixabay
Forever chemicals dalam paparan sedikit saja sudah bisa pengaruhi kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Per and polyfluoroalkyl substances (PFAS) merupakan zat kimia yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi hingga 71 persen. Ironisnya, ada beberapa jenis makanan yang kerap terpapar oleh "forever chemicals" karena kemasannya.

PFAS juga dikenal sebagai zat kimia abadi. Julukan ini diberikan kepada PFAS karena zat kimia ini zat kimia ini tak bisa terurai, baik di lingkungan maupun di dalam tubuh.

Baca Juga

"Kedua, (PFAS) bergerak relatif cepat di lingkungan, membuat kontaminasi sulit untuk dikendalikan," ungkap direktur strategis senior untuk kesehatan dan makanan di NRDC, Erik D Olson, seperti dilansir Express, Ahad (26/6/2022).

Olson menyebut, PFAS patut diwaspadai karena paparan dalam jumlah yang sangat kecil sekali pun bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah studi yang melibatkan 1.058 partisipan perempuan.

Melalui studi ini, tim peneliti menganalisis sampel darah para partisipan. Seluruh partisipan tak ada yang mengidap hipertensi saat studi dimulai. Hasil studi menemukan bahwa perempuan yang terpapar PFAS dalam kadar yang tinggi memiliki risiko 71 persen lebih tinggi untuk mengalami hipertensi.

"Beberapa PFAS terbukti positif berkaitan dengan kejadian hipertensi," jelas tim peneliti.

Dua jenis PFAS, yaitu perfluorooctanoic acid dan perfluorooctane sultanate juga diketahui berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan. Sebagian dari masalah kesehatan tersebut adalah penyakit hati, penyakit tiroid, kanker, gangguan hormon, masalah reproduksi, dan respons lambat terhadap vaksin.

"Zat kimia abadi ada di mana-mana. Selain di makanan, air, dan baju, kita juga bisa menemukannya di rumah dan kantor kita," kata psikolog kesehatan dari Oliolusso, Ieva Kubiliute.

Paparan terhadap PFAS juga bisa terjadi dengan beragam cara. Salah satunya adalah melalui kemasan makanan. Menurut platform kesehatan Chem Trust, ada empat macam kemasan makanan yang mengandung PFAS dalam kadar yang tinggi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA