Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Rusia Enggan Gabung Perjanjian Larangan Senjata Nuklir

Ahad 26 Jun 2022 18:00 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Parit dan posisi tembak Rusia di Hutan Merah yang sangat radioaktif diisi dengan sisa-sisa radioaktif di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Chernobyl, Ukraina, Sabtu, 16 April 2022.

Parit dan posisi tembak Rusia di Hutan Merah yang sangat radioaktif diisi dengan sisa-sisa radioaktif di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Chernobyl, Ukraina, Sabtu, 16 April 2022.

Foto: AP/Efrem Lukatsky
Moskow tidak akan bergabung dalam Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, Moskow tidak akan bergabung dalam Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW). Hal itu disampaikan setelah rampungnya konferensi pertama negara-negara peserta TPNW.

Zakharova berpendapat, kemajuan tegas dari TPNW memperdalam perpecahan antar-negara dan melemahkan rezim Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

“Sehubungan dengan keinginan untuk menempatkan secara permanen upaya universalisasi TPNW, sebagaimana dicatat dalam dokumen akhir konferensi, kami menekankan: Rusia tidak bermaksud untuk bergabung dengan perjanjian ini dan percaya bahwa perjanjian itu tidak menetapkan perjanjian standar universal apa pun: tidak sekarang atau di masa depan," ucapnya, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, Sabtu (25/6/2022).

Menurut Zakharova, Moskow terus berpegang teguh pada pendiriannya bahwa pengembangan TPNW terlalu dini, keliru dan pada kenyataannya, kontraproduktif. Dia menyebut, perjanjian itu tidak mengurangi risiko nuklir yang berkembang dan tidak membawa umat manusia selangkah lebih dekat ke tujuan yang dinyatakan di dalamnya.

Zakharova mengungkapkan, pendekatan yang ditetapkan dalam TPNW hanya mengarah pada peningkatan kontradiksi antara negara-negara nuklir dan non-nuklir. Ia menilai, perjanjian itu tidak memperhitungkan situasi militer-politik dan militer-strategis serta bertentangan dengan prinsip perlucutan senjata nuklir yang harus dilakukan sedemikian rupa. Sehingga pada akhirnya mengarah pada peningkatan keamanan untuk semua.

“Kami tidak melihat cara yang realistis untuk menerapkan atau tindakan praktis untuk secara langsung mengurangi senjata nuklir,” ucapnya.

Dia mengatakan, Rusia, seperti semua negara lain dengan potensi nuklir militer, tidak berpartisipasi dalam konferensi negara-negara peserta TPNW. Moskow pun tidak berniat mengikutinya di masa mendatang.

“Kami juga tidak berencana untuk membangun kerja sama dengan struktur tambahan yang dibuat sebagai bagian dari interaksi peserta TPNW untuk melaksanakannya,” ujar Zakharova.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA