Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Berisiko Roda Lepas, Toyota Tarik Mobil Listrik BZ4X dari Pasaran

Ahad 26 Jun 2022 10:44 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pengunjung melintas di depan logo Toyota.Toyota memutuskan untuk menarik mobil produksi massal pertamanya yakni SUV listrik BZ4X dari pasaran setelah meluncurkannya belum lama ini di Amerika Serikat. Dilansir dari CNN Business, Sabtu (26/6/2022), Toyota mengambil keputusan tersebut karena memiliki Msalab pada mur atau baut yang kendor dan berpotensi membuat roda terlepas.

Pengunjung melintas di depan logo Toyota.Toyota memutuskan untuk menarik mobil produksi massal pertamanya yakni SUV listrik BZ4X dari pasaran setelah meluncurkannya belum lama ini di Amerika Serikat. Dilansir dari CNN Business, Sabtu (26/6/2022), Toyota mengambil keputusan tersebut karena memiliki Msalab pada mur atau baut yang kendor dan berpotensi membuat roda terlepas.

Foto: AP Photo/Koji Sasahara
Toyota BZ4X merupakan mobil listrik massal pertama yang bukan modifikasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Toyota memutuskan untuk menarik mobil produksi massal pertamanya yakni SUV listrik BZ4X dari pasaran setelah meluncurkannya belum lama ini di Amerika Serikat. Dilansir dari CNN Business, Sabtu (26/6/2022), Toyota mengambil keputusan tersebut karena memiliki Msalab pada mur atau baut yang kendor dan berpotensi membuat roda terlepas.

Toyota memperingatkan pemilik SUV listrik BZ4X untuk berhenti mengendarainya karena karena risiko lepasnya roda saat mobil digunakan. Toyoya Motor Sales USA sudah mengumumkan hal tersebut secara resmi pada Kamis (23/6/2022) dan berlaku untuk semua sekitar 260 SUV BZ4X yang telah dikirimkan ke pelanggan.

Pemilik BZ4X harus segera berhenti mengemudikan kendaraan. Baut yang menahan roda dapat mengendur bahkan setelah beberapa kilometer di jalan memungkinkan roda terlepas.

Sementara itu, hingga kini Toyota masih menyelidiki penyebab hal tesebut. Saat ini Toyota belum mengetahuo cara memperbaiki masalah tersebut. Sampai perbaikan telah ditemukan, dealer Toyota akan mengambil BZ4X dari pelanggan dan membawanya ke dealer dan menyediakan kendaraan pengganti yang dipinjamkan secara untuk sementara.

Untuk memperbaiki masalah ini, dealer Toyota akan memeriksa dan mengencangkan kembali mur jika diperlukan, secara gratis. Beberapa bagian juga dapat diganti jika diperlukan tanpa biaya namun Toyota tidak memperingatkan pemilik Tundra untuk segera berhenti mengemudikan truk mereka.

Crossover listrik Toyota BZ4X dan Subaru Solterra dikembangkan bersama oleh dua pembuat mobil Jepang. Mereka berbagi sebagian besar teknik dan bahkan terlihat sangat mirip. Juru Bicara Subaru Jessica Tullman menggatakan Subaru belum mengumumkan penarikan serupa untuk Solterra karena belum ada yang dikirim ke pelanggan di Amerika Serikat.

BZ4X merupakan kendaraan listrik bertenaga baterai penuh pertama Toyota yang bukan merupakan versi modifikasi dari model bertenaga bensin. Toyota sebelumnya telah menawarkan versi listrik dari SUV Rav4 di beberapa pasar.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA