Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Kemenag Terbitkan Edaran Pelaksanaan Qurban di Tengah Wabah PMK

Ahad 26 Jun 2022 03:37 WIB

Red: Friska Yolandha

Veteriner Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman mempersiapkan vaksin saat Vaksinasi PMK Hewan Ternak di Srunen, Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sabtu (25/6/2022). Kementerian Agama menerbitkan panduan Nomor 10/2022 tentang Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban 1443 Hijriah/2022 Masehi di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Veteriner Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman mempersiapkan vaksin saat Vaksinasi PMK Hewan Ternak di Srunen, Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sabtu (25/6/2022). Kementerian Agama menerbitkan panduan Nomor 10/2022 tentang Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban 1443 Hijriah/2022 Masehi di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Umat Islam diimbau tidak memaksakan diri berqurban pada masa wabah PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama menerbitkan panduan Nomor 10/2022 tentang Penyelenggaraan Sholat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban 1443 Hijriah/2022 Masehi di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Ini dilakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Ini panduan bagi masyarakat dalam menyelenggarakan Sholat Hari Raya Idul Adha, dengan memperhatikan protokol kesehatan dan melaksanakan ibadah kurban dengan memperhatikan kesehatan hewan qurban sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat," ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas dalaqqm keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga

Edaran tersebut, di antaranya mengatur tentang pelaksanaan protokol kesehatan saat Sholat Idul Adha dan pelaksanaan qurban, takbiran, khutbah Idul Adha, ketentuan syariat berqurban, hingga teknis penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan dan pendistribusian daging qurban.

Khusus untuk qurban, kata Menag, menyembelih hewan pada Hari Raya Idul Adha hukumnya sunah muakkadah. Namun demikian, umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan diri berqurban pada masa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menag mengimbau umat Islam untuk membeli hewan qurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria, serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan. "Petugas dan masyarakat wajib memperhatikan Surat Edaran Menteri Pertanian mengenai pelaksanaan qurban dan pemotongan hewan dalam situasi wabah penyakit mulut dan kuku (foot and mouth disease)," kata dia.

 

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA