Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Siswa SD dan SMP di Beijing Diizinkan Kembali ke Sekolah  

Sabtu 25 Jun 2022 17:27 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Siswa sekolah menengah yang mengenakan masker bertanya-tanya di sepanjang jalan Kamis, 28 April 2022, di Beijing. Beijing mengatakan akan mengizinkan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama untuk menggelar kelas tatap muka.

Siswa sekolah menengah yang mengenakan masker bertanya-tanya di sepanjang jalan Kamis, 28 April 2022, di Beijing. Beijing mengatakan akan mengizinkan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama untuk menggelar kelas tatap muka.

Foto: AP/Andy Wong
Upaya China untuk mengejar target nol Covid-19 telah mendorong kasus infeksi turun.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Beijing mengatakan akan mengizinkan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama untuk menggelar kelas tatap muka. Ketua partai komunis di Shanghai mengumumkan kemenangan atas Covid-19 setelah kota itu melaporkan tidak ada kasus infeksi lokal untuk pertama kalinya dalam dua bulan.

Dua kota besar itu termasuk kota-kota yang menerapkan pembatasan sosial ketat untuk menghentikan penyebaran varian omicron dari bulan Maret sampai Mei. Shanghai menerapkan karantina wilayah selama dua bulan sampai 1 Juni lalu.

Baca Juga

Upaya China untuk mengejar target nol Covid-19 telah mendorong angka kasus infeksi turun. Tapi kebijakan yang ketat memicu kemarahan warga dan unjuk rasa serta menekan perekonomian masyarakat.

Beijing menutup sekolah pada awal Mei dan meminta siswa untuk belajar dari rumah karena angka kasus infeksi penularanan lokal naik. Siswa senior di SMP dan SMA diizinkan kembali ke sekolah pada 2 Juni.

Saat angka kasus infeksi terus menurun pada Sabtu (25/6/2022) komisi pendidikan Beijing mengatakan mulai Senin (27/6/2022) semua siswa SD dan SMP di ibukota diizinkan kembali belajar di sekolah. Anak TK boleh kembali ke sekolah pada 4 Juli.

Biro Olahraga Madya Beijing mengatakan remaja diizinkan kembali melakukan aktivitas olahraga luar ruangan di luar sekolah pada 27 Juni tapi di pemukiman yang tidak ada kasus infeksinya dalam tujuh hari terakhir. Sementara ruangan bawah tanah masih ditutup.

Universal Beijing Resort yang ditutup selama hampir dua bulan dibuka kembali. Sementara Shanghai tidak melaporkan kasus infeksi lokal dari 24 Juni.

Dalam pembukaan kongres Ketua Partai Komunis Shanghai Li Qiang mengatakan pihak berwenang telah "memenangkan perang untuk mempertahankan Shanghai" dari Covid-19 dengan mengimplementasikan instruksi Presiden Xi Jinping. Ia mengatakan keputusan pencegahan epidemi Beijing sepenuhnya benar.

Namun sebagian besar siswa masih belum diizinkan kembali ke kelas tatap muka dan tempat makan dalam ruang masih ditutup. Tes PCR massal setiap pekan untuk 25 juta warga juga baru akan berakhir pada akhir Juli.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA