Sabtu 25 Jun 2022 16:27 WIB

Kecelakaan Bus di Tasikmalaya, Proses Evakuasi Masih Dilakukan

Proses evakuasi berjalan lama lantaran bus terperosok sedalam sekitar 10 meter.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha
Proses evakuasi bangkai bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Jalan Nasional yang berada di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022). Akibat kecelakaan yang terjadi pada Sabtu dini hari itu, sebanyak tiga orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya luka-luka.
Foto: Republika/Bayu Adji P
Proses evakuasi bangkai bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Jalan Nasional yang berada di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022). Akibat kecelakaan yang terjadi pada Sabtu dini hari itu, sebanyak tiga orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya luka-luka.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan dari SDN Sayang Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengalami kecelakaan Jalan Raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022). Dalam kecelakaan itu, sebanyak tiga orang meninggal dunia, satu orang hilang, dan puluhan orang lainnya luka-luka.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, proses evakuasi bangkai bus yang terperosok dalam jurang masih dilakukan hingga pukul 16.40 WIB. Proses evakuasi berjalan lama lantaran bangkai bus terperosok sedalam sekitar 10 meter di dalam jurang.

Baca Juga

Proses evakuasi itu dilakukan dengan menggunakan satu unit ekskavator dan tiga unit mobil derek. Sementara arus lalu lintas di jalan itu masih ditutup untuk kendaraan lainnya.

Dari data Polres Tasikmalaya Kota, kecelakaan itu menyebabkan setidaknya tiga orang meninggal dunia dan 56 orang luka-luka. Sementara dari informasi yang dihimpun di lapangan, masih terdapat satu orang penumpang yang dinyatakan hilang.

Sebelumnya, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah total korban akibat kecelakaan tersebut. Sebab, petugas di lapangan masih berupaya melakukan evakuasi.

"Kami masih terus evakuasi karena di sungai ada arus cukup deras, sehingga belum bisa memastikan jumlah korjan dalam bus," kata dia.

Ia menjelaskan, kecelakaan itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB. Bus yang membawa rombongan asal Bandung terperosok ke dalam jurang yang berada di pinggir jalan raya.

"Sopir diduga mengantuk dan banting stir arah kiri dan masuk aliran sungai," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement