Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Perbanyak Sedekah Efektif Bentengi Diri dari Pelit

Sabtu 25 Jun 2022 08:15 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Pelit dan mabuk harta (ilustrasi)

Pelit dan mabuk harta (ilustrasi)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Memperbanyak sedekah merupakan langkah efektif membentengi diri dari pelit.

REPUBLIKA.CO.ID,  Memperbanyak sedekah merupakan langkah efektif membentengi diri dari pelit. Lalu, bagaimana agar menjadi ahli sedekah? Wartawan Republika Andrian Saputra mewawancarai Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI)Dr KH Ahmad Kusyairi Suhail, MA pada Rabu (22/6). Berikut petikannya.

Bagaimana kiat menjadi pribadi Muslim yang ahli sedekah?

Baca Juga

Kita harus tahu bahwa harta itu bukan milik kita. Akan tetapi, merupa kan titipan amanat dari Allah yang dititipkan kepada kita yang wajib kita syukuri. Wujud syukurnya adalah dengan berbagi dan sedekah.

Diawali dari zakat kemudian sedekah. Sedekah itu wujud syukur kita. Bahwa sesungguhnya ketika kita diberikan nikmat oleh Allah dengan harta, sesungguhnya ada kewajiban yang dititipkan Allah kepada kita milik orang-orang fakir miskin. Ini harus kita hadirkan kesadaran itu.

Karenanya, perlu kita tunaikan dengan sedekah dan zakat. Itu sesung guhnya dalam rangka melak sanakan kewajiban. Ketika muncul kesadaran itu, akan menjadi pribadi yang semangat untuk bersedekah.Karena, sesungguhnya kita sedang menyampaikan memberikan apa yang menjadi hak orang lain yang ada pada kita. Titipan Allah pada kita.

Kemudian, adalah bahwa sesungguhnya dengan menjadi pribadi Muslim yang ahli sedekah, Allah akan memberkahi harta kita, memberkahi kehidupan kita, memberkahi pekerjaan kita. Dan, di dalam Alquran Allah SWT telah tegaskan kalau ki ta bersyukur, pasti akan ditambah oleh Allah. Maka, tidak ada di antara kita yang tidak ingin hidupnya diberkahi Allah SWT.

Ketika menyadari ini, diri ini akan memotivasi kita untuk semangat bersedekah. Hadir tampil menjadi pribadi Muslim yang ahli sedekah. Hakikatnya dengan sedekah itu, hidup kita akan menjadi berkah. Rumah tangga kita berkah, pekerjaan kita berkah.

Kemudian, bagaimana kita menghadirkan kesusahan penderitaan orang lain, saudara kita yang membutuhkan. Dengan menghadirkan perasaan seperti itu juga dengan sendirinya akan menyemangati dan memotivasi kita untuk menjadi pribadi Muslim yang ahli sedekah. Dan ingat, sedekah itu hakikatnya berbagi, dan berbagi itu membahagiakan, menyenangkan orang lain. Berbagi itu juga menyucikan harta kita dan menyucikan pribadi kita.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA