Jumat 24 Jun 2022 23:45 WIB

Hadapi Idul Adha, Pemkot Yogyakarta Pastikan Ketersediaan Pangan

Kondisi pangan stabil tinggi di beberapa komoditas masih akan terus terjadi.

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Ilham Tirta
Petugas memeriksa ketersediaan pangan (ilustrasi).
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Petugas memeriksa ketersediaan pangan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan ketersediaan bahan pangan menghadapi Idul Adha 2022. Masyarakat pun diminta tidak khawatir karena ketersediaan bahan pangan dinilai cukup, termasuk ketersediaan hewan kurban.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, dari sisi ketersediaan dan pasokan bahan pangan masih relatif lancar. "Bisa dipastikan stok (pangan) di Yogya cukup dan harga stabil," kata Ambar belum lama ini.

Baca Juga

Meski begitu, pihaknya memprediksi kondisi pangan stabil tinggi di beberapa komoditas masih akan terus terjadi. Hal ini dikarenakan bersamaan dengan penerimaan mahasiswa baru dan libur sekolah.

"Sehingga, Kota Yogyakarta akan kedatangan wisatawan. Ini menjadi perhatian kami untuk melakukan pemantauan terus-menerus," katanya.

Dari komoditas daging sapi masih mencukupi, meskipun harga naik sekitar Rp 130 ribu per kilogram. Untuk komoditas beras, ketersediaan rata-rata pekanan 10.887,59 ton.

Sedangkan, kebutuhan rata-rata mingguan untuk beras di Yogyakarta sebesar 650,16 ton. Harga beras mencapai Rp 11.000 per kilogram dengan pasokan dari Bantul, Sleman, dan Klaten.

Untuk telur ayam, katanya, ketersediaan rata-rata mingguan yakni 547,59 ton dan kebutuhan rata-rata pekanan sebesar 410,69 ton. "Harga telur Rp 28.000 per kilogram dengan pasokan dari Sleman dan Bantul," ujar Ambar.

Terkait dengan ketersediaan minyak goreng, rata-rata mencapai 256,24 ton dan kebutuhan rata-rata sebesar 153,74 ton per pekan. Harga minyak goreng curah saat ini sudah Rp 15.500 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp 22.500 sampai Rp 24.000 per liter dengan pasokan dari Semarang dan Surabaya.

"Untuk cabai ketersediaan rata-rata pekanan 21,23 ton dan kebutuhan rata-rata pekanan 15,92 ton, dengan harga Rp 80.000 per kilogram, pasokan dari Kulonprogo, Bantul, dan Magelang," jelas Ambar.

Selain itu, saat ini juga sudah masuk pasokan cabai kering dari India yang didistribusikan di Pasar Beringharjo. Ia menjelaskan, cabai kering India sejumlah sekitar satu kilogram setara dengan empat kilogram cabai segar yang dijual seharga Rp 90 ribu.

Konsumen yang biasanya membeli cabai kering India tersebut, yakni pelaku usaha kuliner rumah makan padang. Cabai itu distribusikan dari Pasar Beringharjo ke Padang, Sumatera Barat.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement