Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Bantu Korban Gempa di Afghanistan, MER-C akan Kirim Tim Bedah

Sabtu 25 Jun 2022 00:20 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kondisi Desa Gayan di Provinsi Paktia, Afghanistan, 23 Juni 2022. Lebih dari 1.000 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya terluka setelah gempa berkekuatan 5,9 melanda Afghanistan timur sebelum fajar pada 22 Juni. MER-C akan mengirimkan tim bedah untuk membantu korban gempa Afghanistan.

Kondisi Desa Gayan di Provinsi Paktia, Afghanistan, 23 Juni 2022. Lebih dari 1.000 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya terluka setelah gempa berkekuatan 5,9 melanda Afghanistan timur sebelum fajar pada 22 Juni. MER-C akan mengirimkan tim bedah untuk membantu korban gempa Afghanistan.

Foto: EPA-EFE/STRINGER
MER-C menilai perlu ada rumah sakit lapangan untuk tangani korban gempa Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga kegawatdaruratan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan mengirimkan tim bedah untuk memberikan bantuan medis bagi korban gempa bumi di Afghanistan. Tim bedah dinilai penting untuk membantu menangani fase akut pada dua pekan pertama pasca gempa.

Mengingat karakteristik bencana yang terjadi merupakan bencana gempa bumi, maka tim yang disiapkan oleh MER-C untuk membantu korban adalah tim bedah. Tim terdiri dari dokter spesialis bedah orthopedi, ahli anestesi, dokter umum, dan perawat.

Baca Juga

"Jadi kemungkinan personel yang akan dikirim adalah sekitar empat-lima orang, yang terdiri dari dokter bedah, anestesi, dokter umum, dan perawat," kata kata Kepala Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (24/6/2022)..

Tim bedah tersebut, menurut dr Sarbini, akan berangkat pada pekan depan untuk bisa segera memberikan pertolongan bagi para korban. Keberangkatan akan dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Afghanistan.

Sementara itu, MER-C juga meminta pemerintah untuk melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk membantu para korban dan melakukan koordinasi dengan pemerintah Afghanistan. Dengan begitu, misi bantuan dapat berjalan dengan baik.

"Kami memerlukan pemerintah untuk mengirimkan misi juga, karena kondisi transportasi di sana sangat minim, bangunan-bangunan yang layak dan rumah sakit di sana juga sangat minim," kata dr Sarbini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA