Kamis 23 Jun 2022 16:41 WIB

Wapres Minta BUMN dan Swasta Bantu Pengembangan BUMDes

CSR korporasi untuk pembinaan BUMDes dapat mendorong pemberdayaan ekonomi desa.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta BUMN maupun swasta mengembangkan program CSR untuk pembangunan desa, termasuk untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta BUMN maupun swasta mengembangkan program CSR untuk pembangunan desa, termasuk untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta BUMN maupun swasta mengembangkan program CSR untuk pembangunan desa, termasuk untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Wapres mengatakan CSR korporasi untuk pembinaan BUMDes diharapkan dapat mendorong upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

"Dukungan BUMN danswasta untuk memberdayakan BUMDes tersebut, diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi pedesaan pasca pandemi," ujar Wapres saat menghadiri acara Penghargaan Program CSR BUMN/Swasta dan Promosi Desa Wisata Nusanta di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga

Karena itu, Wapres meminta BUMN/Swasta dan BUMDes terus bersinergi. Sebab, pembangunan desa menjadi titik awal pengungkit pemulihan ekonomi masyarakat.

Wapres mengatakan, keberadaan BUMDes diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal melalui bidang usahanya, sehingga akan memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Pemerintah, kata Wapres, juga terus mendorong ekonomi desa untuk terus bergerak yakni melalui penyaluran Dana Desa dan program pengembangan BUMDes.

Selain itu, untuk memberdayakan ekonomi perdesaan, pemerintah membuat program pengembangan desa wisata, termasuk desa wisata halal.

"Saya berharap BUMN/Swasta terus mengembangkan program CSR, dengan memotivasi masyarakat untuk menciptakan inovasi-inovasi yang mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan," kata Wapres 

Saat ini, jumlah desa wisata yang telah terdata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2021 ada sebanyak 7.275 desa wisata dengan kearifan lokal dan daya tariknya masing masing. Menurut Wapres, salah satu yang perlu didorong untuk pengembangan desa wisata adalah kesadaran pemangku kepentingan untuk menggaungkan daya tarik desa wisata.

Gaung itu penting untuk menarik dikunjungi oleh para wisatawan nusantara maupun mancanegara. "Tadi saya dengar ada aplikasi yang tentang desa wisata. Dengan demikian, promosi merupakan kunci dari pengembangan desa wisata tersebut," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wapres mengapresiasi pemberian penghargaan Program CSR BUMN/Swasta dan Promosi Desa Wisata Nusantara yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bekerja sama dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF). Dia juga menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan.

"Kita harapkan penghargaan dapat menumbuhkan motivasi kepada BUMN/Swasta untuk mendukung pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui program CSR," kata Wapres.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement