Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Balas Sindiran Ibrahimovic, Calhanoglu: Inter Jauh Lebih Kuat Ketimbang Milan

Kamis 23 Jun 2022 10:25 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Muhammad Akbar

Pemain Inter Hakan Calhanoglu merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Serie A antara Juventus dan Inter Milan, di stadion Allianz di Turin, Italia, Ahad, 3 April 2022.

Pemain Inter Hakan Calhanoglu merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Serie A antara Juventus dan Inter Milan, di stadion Allianz di Turin, Italia, Ahad, 3 April 2022.

Foto: Fabio Ferrari/LaPresse via AP
Calhanoglu menyebut Ibrahimovic melakukan tindakan konyol

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Hakan Calhanoglu merespon sindiran yang dilakukan Zlatan Ibrahimovic terhadap dirinya. Ia mengeklaim timnya Inter Milan jauh lebih kuat daripada kampiun Serie A Italia AC Milan.

Calhanoglu bergabung dengan i Nerazzurri dari Milan pada musim panas 2021 lalu sebagai agen bebas. Ia menjadi salah satu dari beberapa pemain yang membelot ke klub kota mode Italia.

"Sangat sulit, karena itu adalah kota yang sama dan warna yang berbeda, tetapi saya bekerja keras dan tahu ini adalah kesempatan saya untuk bergabung dengan juara bertahan Italia," kata Calhanoglu dikutip Football Italia, Kamis (23/6).

Kepindahan Calhanoglu membuat mantan rekan setimnya pun penggemar i Rossoneri kecewa. Ia bahkan kerap mengatakan ingin memenangkan gelar Scudetto bersama i Nerazzurri yang membuat namanya sebagai sasaran ejekan ketika Milan menjuarai titel ke-19 musim 2021/2022.

Dalam parade perayaan gelar juara Milan, Ibrahimovic membuat nyanyian yang menyinggung pesepak bola asal Turki, sementara pendukung i Diavolo Rosso melambaikan boneka yang mengenakan kaus Calhanoglu.

"Ketika Inter tak memenangkan Scudetto dan klub lama saya menjuarainya, orang-orang bertindak seolah-olah itu adalah kesalahan saya. Saya justru bahagia bergabung Inter, karena mendapat dukungan penuh dari penggemar, tidak seperti di sana," sambung Calhanoglu.

Lebih lanjut, Calhanoglu menyebut Ibrahimovic melakukan tindakan konyol di usianya yang menyentuh 40 tahun. Kata dia, Ibra selalu suka menjadi pusat perhatian banyak orang dan sejatinya tak berkontribusi banyak kepada Scudetto Milan musim ini.

Calhanoglu dan Ibra sejatinya kerap lengket saat masih sama-sama bermain di Milan. Keduanya selalu terlihat bepergian dengan sepeda motor dan makan malam di restoran.

Akan tetapi pada akhirnya jalan hidup yang membuat Calhanoglu membelot ke rival sekota. Pemain 28 tahun itu berhasil mempersembahkan dua gelar untuk Inter yakni Supercoppa Italiana, dan Coppa Italia.

"Inter adalah skuat yang jauh lebih kuat dari Milan. Kami kalah di derby tetapi membalas di semifinal Coppa Italia dengan kemenangan 3-0."

Sejauh ini kontribusinya cukup penting untuk La Beneamata, mencetak delapan gol dan 13 assist untuk timnya dalam 46 pertandingan kompetitif.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA