Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Stok Hewan Qurban di Belitung Capai 2.529 Ekor

Rabu 22 Jun 2022 21:41 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Pedagang menyemprotkan cairan disinfektan di tenda penjualan hewan kurban (ilustrasi). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat jumlah ketersediaan hewan kurban di daerah itu mencapai 2.529 ekor.

Pedagang menyemprotkan cairan disinfektan di tenda penjualan hewan kurban (ilustrasi). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat jumlah ketersediaan hewan kurban di daerah itu mencapai 2.529 ekor.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Jumlah itu dipastikan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hewan qurban.

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG -- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat jumlah ketersediaan hewan qurban di daerah itu mencapai 2.529 ekor. Dari jumlah itu, sapi sebanyak 360 ekor dan kambing 2.169 ekor sehingga diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan saat Idul Adha 2020.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung Suparman di Tanjung Pandan, Rabu (22/6/2022), mengatakan, jumlah tersebut dipastikan cukup guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hewan qurban. "Kami pastikan stok hewan qurban yang tersedia saat ini cukup untuk kebutuhan masyarakat pada momentum Idul Adha 1443 Hijriah," katanya.

Baca Juga

Menurut dia, kebutuhan hewan kurban di daerah itu pada Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai 2.000 ekor, terdiri dari Sapi 500 ekor dan kambing 1.500 ekor. Jumlah tersebut mengacu kepada data pemotongan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha tahun lalu yaitu sapi 483 ekor dan kambing 1.247 ekor.

"Kami terus memperbaharui jumlah ketersediaan hewan qurban di Belitung dan melakukan pengawasan intensif di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan, guna memenuhi kebutuhan hewan qurban di daerah itu pihaknya memasok hewan kurban dari luar daerah seperti Lampung dan Nusa Tenggara Barat. "Kami tidak mendatangkan sapi dan kambing dari Aceh dan Jawa Timur guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku," katanya.

Dia menyebutkan, pemeriksaan dilakukan kepada setiap hewan qurban yang tiba di daerah itu guna mengantisipasi wabah penyakit mulut dan kuku. "Pengawasan dan pemeriksaan kami lakukan sebelum hewan qurban tersebut disebarluaskan ke kandang atau tempat penjualan hewan qurban," ujarnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA