Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

PDIP tak Mungkin Jadi 'Single Fighter' di Pilpres

Rabu 22 Jun 2022 20:46 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bilal Ramadhan

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala dan Wakil Kepala Daerah PDIP. Pengamat politik menilai PDIP tidak mungkin maju sendiri di Pilpres 2024.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala dan Wakil Kepala Daerah PDIP. Pengamat politik menilai PDIP tidak mungkin maju sendiri di Pilpres 2024.

Foto: Dok Republika
Pengamat politik menilai PDIP tidak mungkin maju sendiri di Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research, Pangi Syarwi Chaniago, menilai PDIP tidak mungkin maju sendiri dalam Pilpres 2024 mendatang. Artinya bisa dipastikan PDIP bakal menjalin kerja sama dengan partai politik lain dalam mengusung calon presiden dan calon wakil presiden.

"Nggak mungkin (maju di pilpres sendiri) ya, karena memang dia tidak mau sebut nama koalisi, kerja sama dalam konteks memang hanya soal kerja sama. Karena di sistem presidensial multipartai kan memang tidak mengenal koalisi kan, kecuali parlementer," kata Pangi kepada Republika, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga

Pangi menilai PDIP tidak ingin terlalu grasak-grusuk dalam menentukan rekan kerja samanya di pilpres 2024. PDIP dinilai mengerti momentum menit-menit terakhir dan terkesan percaya diri.

"Memang ini waktu yang masih di awal ini ya tentu tidak mungkin PDIP terlalu cepat untuk apalagi mengunci nama-nama partai akan berkoalisi, karena partai memang punya momentum, punya strategi," ujarnya.

Selain itu, ia menilai tak ada sejarahnya PDIP maju sendiri di Pilpres. Kemudian yang kedua PDIP dinilai butuh teman koalisi untuk nantinya membantu mesin penggerak partainya presiden.

"Jadi kalau hanya satu partai dia akan kewalahan juga, karena satu garda kan, minimal dua garda ya kan," ucapnya.

Ia juga menjabarkan PDIP dalam  membangun kerja sama didasarkan pada tiga hal. Pertama berbasis platform ideologi, kedua latar belakang masalah masa lalu, ketiga pertimbangan soal partai mana yang paling menguntungkan bagi PDIP kedepan.

"Kira-kira siapa ya, mungkin ya kira-kira partai yang memang tidak terlalu punya rentang jarak ideologis," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA