Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Nasser Al-Khelaifi: Zidane tidak akan Melatih PSG

Rabu 22 Jun 2022 19:49 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. Klub kaya Prancis Paris Saint-Germain (PSG) membantah akan mengikat Zidane sebagai pelatih untuk menggantikan posisi Mauricio Pochettino.

Mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. Klub kaya Prancis Paris Saint-Germain (PSG) membantah akan mengikat Zidane sebagai pelatih untuk menggantikan posisi Mauricio Pochettino.

Foto: EPA-EFE/JAVIER LIZON
Al-Khelaifi suka dengan Zidane sebagai sosok pemain dan pelatih yang luar biaasa.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Zinedine Zidane telah dikaitkan dengan Paris Saint-Germain (PSG) akhir-akhir ini di saat kabar pemecatan Mauricio Pochettino kian kencang. Namun, Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi menyatakan kalau mantan pelatih Real Madrid itu tidak akan menempati kursi panas PSG.

Al-Khelaifi mengaku suka dengan Zidane sebagai sosok pemain dan pelatih yang luar biasa. Zidane telah mengoleksi tiga trofi Liga Champions selama menjadi pelatih Real Madrid. Sementara PSG terus mencari sosok yang tepat untuk membawa klub sukses di Liga Champions.

Baca Juga

Klub asal Paris itu terus mengganti pelatih untuk bisa bersaing di kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa tersebut. Tapi selalu gagal.

 

''Saya akan memberi tahu Anda satu hal, kami tidak pernah bicara dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak klub tertarik padanya, tim nasional Prancis juga, tapi kami tidak pernah bicara dengannya,'' ujar Al-Khelaifi dikutip dari Football-Espana, Rabu (22/6/2022).

Sementara itu, PSG dikabarkan sedang mendekati pelatih Nice, Christophe Galtier, yang menjadi incaran utama klub raksasa Ligue 1 Prancis tersebut. Namun Al-Khelaifi mengaku belum menemukan kesepakatan. Ia mengungkapkan saat ini masih dalam proses negosiasi dengan Nice dan presiden klubnya, Jean-Pierre Rivere.

Jika Galtier ditunjuk, itu akan menandai kembalinya pelatih asal Prancis sejak 2016 yang melatih PSG. ''Semua orang membela kepentingan mereka sendiri,'' jelas Al-Khelaifi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA