Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

City Disarankan Kuras Isi Kas Barcelona Terkait Transfer Bernardo Silva 

Rabu 22 Jun 2022 16:14 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Gelandang Manchester City Bernardo Silva (kiri) beraksi saat melawan Real Madrid dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Etihad, Rabu (27/4/2022) dini hari WIB.

Gelandang Manchester City Bernardo Silva (kiri) beraksi saat melawan Real Madrid dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Etihad, Rabu (27/4/2022) dini hari WIB.

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Setelah musim yang dilaluinya, City berhak menuntut harga yang mahal untuk Bernardo.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Manchester City disarankan untuk menggunakan pendekatan yang sama terhadap Eric Garcia dan Leroy Sane ketika Barcelona mendekati Bernardo Silva. Klub Catalan masih berjuang untuk mengendalikan keuangan mereka karena dampak pandemi global. Namun itu tidak menghentikan klub untuk menargetkan bintang-bintang terbesar dan paling cemerlang dalam dunia sepak bola. 

Selama tiga jendela transfer berturut-turut, Barcelona menjadi salah satu klub yang selalu berhasil membajak bintang Manchester City. Pertama pada 2020, mereka mencoba membawa kembali bek muda Eric Garcia namun gagal karena tak bisa memenuhi tuntutan yang diminta oleh Manchester City untuk pemain internasional Spanyol yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di generasinya. 

Baca Juga

Tahun berikutnya mereka kembali untuk Garcia dengan status bebas transfer, juga membeli Sergio Aguero tanpa biaya transfer, dan kemudian melanjutkan untuk mencoba dan meyakinkan banyak bintang tim utama lainnya untuk mendorong pindah. Pep Guardiola selalu mengatakan dia tidak akan mempertahankan pemain yang tidak bahagia di Etihad.

"Jadi jika seseorang bekerja cukup keras untuk pergi maka mereka tidak akan ditolak - terutama jika tujuan itu adalah mantan klub sang manajer, sepertinya," demikian laporan yang dikutip dari Manchester Evening News, Rabu (22/6/2022).

Itulah situasi dengan Ferran Torres di jendela transfer Januari. Ketika itu City akomodatif untuk mengizinkan pemain pindah dan klub sangat membutuhkan penandatanganan pernyataan untuk melakukan hal itu. Torres tidak menjadi bagian integral dari tim dalam 18 bulan buntut dari cedera parah pada bulan April dan Mei.

Mengacu pada beberapa kasus di atas, ada kekhawatiran dari penggemar Manchester City bahwa kasus serupa bisa terjadi pada Silva ketika Barcelona secara terbuka menginginkannya. Meskipun pengejaran terhadapnya ini terjadi empat bulan setelah dia berbicara positif tentang kontrak baru di Etihad.

Pasalnya, Guardiola tampak pandang bulu kepada mantan klubnya. Terbukti, Guardiola pernah kecewa kepada Leroy Sane yang menolak untuk memperpanjang kontrak dengan City yang habis pada musim panas 2021 sehingga Bayern Muenchen berhasil mendapatkannya dengan harga tinggi di musim panas 2020.

Sane seharusnya menjadi template yang tepat untuk digunakan City terhadap Bernardo musim panas ini. Sehingga the Blues bisa dengan senang hati melepas pemain andalannya selama mereka menerima bayaran yang wajar. Bayern tidak memikirkan itu pada 2019, tetapi melakukannya setahun kemudian ketika mereka mengontraknya.

Hal yang sama juga terjadi pada Garcia. Meskipun City tampak dermawan terhadap Barcelona, ​​​​tidak boleh dilupakan bahwa mereka memukul mundur mereka selama musim panas penuh dengan menolak melepaskan pemain bagus dengan biaya murah.

Setelah musim yang dilaluinya, City berhak menuntut harga yang mahal untuk Bernardo - salah satu pemain terbaik mereka yang baru saja menikmati salah satu musim terbaiknya dan masih memiliki tiga tahun tersisa di kontraknya. Betapapun Barcelona menginginkan itu terjadi, City telah menunjukkan bahwa uang adalah satu-satunya mata uang yang mereka senang perdagangkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA