Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Dinkes Tangerang Imbau Warga Waspadai DBD Saat Masuk Musim Penghujan

Selasa 21 Jun 2022 21:02 WIB

Red: Nur Aini

Petugas medis memeriksa kondisi pasien anak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), ilustrasi

Petugas medis memeriksa kondisi pasien anak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), ilustrasi

Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah
Masyarakat diminta untuk menerapkan pola 3M untuk cegah DBD

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten meminta masyarakat setempat untuk mewaspadai terhadap penyebaran wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) saat memasuki musim penghujan saat ini.

"Dengan situasi musim hujan ini, warga diimbau untuk waspada adanya DBD. Dan kalau ada sarang nyamuk atau mencurigai terkena-nya gejala-gejala penyakit itu bisa langsung lapor ke kita," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Sumihar Sihaloho di Tangerang, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan, saat musim hujan ini banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk jenis aedes aegypti dan dapat menyebarkan penyakit pada manusia. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk menerapkan pola 3M yaitu dengan menguras, menutup tempat penampungan air serta mengubur sampah atau barang bekas.

"Jadi perilaku 3M ini sangat penting dilakukan sebagai pencegahan terkena DBD," katanya.

Ia menyebutkan, untuk kasus DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini akan menjangkit ke segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia (lansia), sehingga diharapkan semua pihak untuk mewaspadai wabah tersebut.

"Usia paling banyak terkena kasus DBD dari usia 15 sampai 44 tahun," ujarnya.

Sementara itu, kata dia, berdasarkan data jumlah kasus DBD di Kabupaten Tangerang selama periode Januari hingga Juni 2022 tercatat sebanyak 611 kasus telah ditemukan. Dari jumlah ratusan kasus tersebut, terjadi peningkatan signifikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang menyentuh angka 671 selama periode Januari sampai Desember 2021.

"Tercatat dari periode Januari sampai Juni 2022 ini sudah ada 611 kasus, sedangkan pada tahun 2021 dari bulan Januari sampai Desember hanya ada 671. Artinya dalam waktu setengah tahun ini ada kenaikan dua lipat dibanding tahun sebelumnya," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA