Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Peringatan Keras Megawati Agar Kader tak 'Bermain Dua Kaki', Ditujukan ke Siapa?

Selasa 21 Jun 2022 19:23 WIB

Red: Andri Saubani

Kader PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) berswafoto dengan rekannya usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Rakernas II PDI Perjuangan tersebut bertemakan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat dengan sub tema Desa Taman Sari Kemajuan Nusantara.

Kader PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) berswafoto dengan rekannya usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Rakernas II PDI Perjuangan tersebut bertemakan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat dengan sub tema Desa Taman Sari Kemajuan Nusantara.

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
"Lebih baik keluar deh daripada saya pecati loh kamu," kata Megawati.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Febrianto Adi Saputro

Dalam pidato pembukaan Rakernas II PDIP di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6/2022), Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengingatkan kadernya untuk tidak 'main dua kaki'. Megawati juga mengingatkan para kader bahwa dirinya memiliki hak prerogatif dalam penentuan calon presiden (capres) dari PDIP.

Baca Juga

 

"Kalau saya dalam keputusan kongres partai makanya banyak yang selalu mau memutarbalikkan mau menggoreng-goreng kenapa PDIP diam saja tidak pernah mau mencalonkan seseorang blablabla kalian siapa yang berbuat manuver, keluar! Karena tidak ada di dalam PDI perjuangan itu yang namanya 'main dua kaki', 'main tiga kaki' melakukan manuver," kata Megawati, di Jakarta, Selasa.

Megawati kembali menegaskan, bahwa dirinya sebagai ketua umum partai memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa capresyang akan diusung oleh PDIP.  Ia pun mempersilakan kadernya keluar jika ada yang tidak setuju terhadap hal tersebut.

"Ingat lho, lebih baik keluar deh, lebih baik keluar deh daripada saya pecati loh kamu," tegasnya.

"Inilah organisasi dari sebuah partai yang namanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengikuti aturan partainya dan solid bersama dengan rakyat," ujarnya.

Rakernas II PDIP mulai digelar hari ini hingga Kamis (23/6/2022) mendatang. Tema yang diangkat dalam rakernas kali ini yaitu 'Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat. 

Hadir dalam pembukaan rakernas tersebut diantaranya Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI Puan Maharani, sejumlah menteri seperti Menkumham Yasonna H Laoly, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung hadir. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga hadir dalam rakernas tersebut.

Menanggapi pidato Megawati, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan, pernyataan tersebut disampaikan Megawati untuk mengingatkan berpolitik perlu disiplin.

"Coba bayangkan saja kalau kita berdirinya tidak kokoh, kita akan mudah tergelincir sehingga melihat pilpres tahun 2024 itu penuh tantangan," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP,  Selasa.

Hasto mengatakan, untuk menghadapi Pilpres 2024 diperlukan soliditas dari seluruh jajaran partai. Karena itu, menurutnya kedisiplinan dalam berpartai perlu ditegakkan mulai dari tingkatan paling bawah.

"Apa yang disampaikan ibu ketum dalam forum partai, beliau selalu mengingatkan bahwa lebih baik PDI perjuangan ini hadir sebagai kekuatan yang solid walaupun secara jumlah tidak begitu banyak tetapi berkualitas, mampu membawa perubahan Indonesia daripada begitu besar keliatannya tetapi keropos," ujarnya.

In Picture: Presiden Joko Widodo Tinggalkan Arena Rakernas II PDIP

photo
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPR Puan Maharani (ketiga kiri) berbincang dengan sejumlah kader usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Rakernas II PDI Perjuangan tersebut bertemakan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat dengan sub tema Desa Taman Sari Kemajuan Nusantara. - (ANTARA/M Risyal Hidayat)
 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA