Selasa 21 Jun 2022 07:44 WIB

Zelensky: Afrika Jadi 'Sandera' Perang Rusia-Ukraina

Ukraina tengah membangun rantai pasok baru agar dapat mengekspor gandum.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara melalui video pada pertemuan Forum Kebijakan Global di Universitas Bocconi, di Milan, Italia, Senin, 20 Juni 2022.
Foto: Claudio Furlan/LaPresse via AP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara melalui video pada pertemuan Forum Kebijakan Global di Universitas Bocconi, di Milan, Italia, Senin, 20 Juni 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Afrika telah menjadi “sandera” dari perang Rusia di negaranya. Dia menyebut invasi Rusia ke Ukraina telah mendorong kekurangan pangan global dan kekhawatiran bencana kelaparan di seluruh benua Afrika.

“Afrika sebenarnya adalah sandera dari mereka yang melancarkan perang melawan negara kami,” kata Zelensky dalam pidatonya kepada Uni Afrika, Senin (20/6/2022).

Baca Juga

Dia mengungkapkan, saat ini negaranya sedang terlibat dalam “negosiasi rumit” agar Rusia membuka blokadenya terhadap pelabuhan Laut Hitam dan membiarkan gandum dari Ukraina diekspor. “Perang ini mungkin tampak sangat jauh bagi Anda dan negara Anda. Tapi harga pangan yang melonjak drastis telah membawa (perang) ke rumah jutaan keluarga Afrika,” ucapnya.

Zelensky mengatakan, kenaikan harga pangan yang terjadi akibat peperangan di negaranya dirasakan di semua benua. “Sayangnya, ini bisa menjadi khusus bagi negara-negara Anda (Afrika),” ujarnya.

Menurut Zelensky, saat ini negaranya sedang berusaha membangun rantai pasokan logistik baru. Hal itu agar 25 juta ton gandum yang tertahan akibat blokade Rusia dapat diekspor. “Kami sedang melakukan negosiasi bertingkat yang kompleks untuk membuka blokir pelabuhan Ukraina kami. Namun belum ada kemajuan karena belum ada alat nyata yang ditemukan untuk memastikan Rusia tidak menyerang mereka lagi,” kata Zelensky.

Ia mengungkapkan, sejauh ini, organisasi global belum menemukan cara untuk meyakinkan Rusia mengakhiri invasinya ke Ukraina. “Itulah sebabnya krisis pangan di dunia akan terus berlanjut selama perang kolonial ini berlanjut,” ujar Zelensky.

Dia mengatakan Ukraina ingin "mengintensifkan" dialog dengan negara anggota Uni Afrika dan akan segera menunjuk perwakilan khusus untuk benua tersebut.

Presiden Senegal yang juga menjabat sebagai ketua Uni Afrika, Macky Sall, berterima kasih kepada Zelensky. “(Afrika) tetap berkomitmen untuk menghormati aturan hukum internasional, penyelesaian konflik secara damai dan kebebasan perdagangan,” kata Sall lewat akun Twitter pribadinya.

Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat turut menegaskan kebutuhan dialog untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Hal itu guna memulihkan stabilitas global. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement