Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

3 Cara Hadapi Situasi Kehilangan Orang-Orang Tercinta yang Wafat

Senin 20 Jun 2022 21:27 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi meninggal. Kehilangan orang-orang tercinta yang wafat merupakan musibah

Ilustrasi meninggal. Kehilangan orang-orang tercinta yang wafat merupakan musibah

Foto: Republika/Thoudy Badai
Kehilangan orang-orang tercinta yang wafat merupakan musibah

REPUBLIKA.CO.ID, —Di dunia itu, segala makhluk akan menemui batasnya. Macam-macam nikmat dapat sirna, dalam sekejap ataupun perlahan. Maka, rasa kehilangan pun menggayuti hati dan pikiran, menjadikan diri larut dalam kesedihan. Duka itu bisa disebabkan banyak kejadian.

Umpamanya, ditinggal wafat orang-orang tercinta atau lenyapnya harta benda yang selama ini dibangga-banggakan.  

Baca Juga

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS An Nahl ayat 78).    

Firman Allah SWT itu menegaskan, setiap manusia pada mulanya tidak memiliki kapasitas. Kemudian, Dia memberikan berbagai perangkat indrawi agar insan dapat merasakan berbagai kenikmatan dalam hidup. 

Berikut in sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menghadapi rasa kehilangan atas wafatnya sesorang:

Bersangka Baik 

Ada kalanya, seseorang mengalami lara yang amat dalam. Sampai-sampai, dirinya mengucapkan syak wasangka tentang takdir yang datang dari sisi Allah Ta'ala. Kalau imannya kurang kuat, tentu lebih berbahaya lagi. 

Setiap Muslim hendaknya selalu bersangka baik kepada Allah. Begitu pun di kala duka. Sebab, Allah sudah menetapkan rezeki bagi semua mahluk-Nya. Maka, boleh jadi Allah mengambil suatu nikmat dari diri seseorang, kemudian setelah itu Dia memberikan kepadanya nikmat lain yang lebih baik. 

Cinta Sejati 

Yang berat adalah kehilangan orang-orang tercinta. Mereka bisa siapa pun yang dekat dengan diri. Entah itu kedua orang tua, anak, cucu, saudara, dan sebagainya. Yang mesti diperhatikan, kehilangan orang-orang terkasih bukanlah akhir dari segalanya. Kehadiran mereka sungguh berharga, tetapi janganlah mencintainya melebihi cinta kepada Allah SWT. 

Wafatnya mereka berarti kembali mereka kepada Sang Pemilik yang sesungguhnya. Berapa pun besar cinta kepada mereka, janganlah melampaui cinta kepada Allah SWT. Jadikanlah doa sebagai tanda kerinduan. Sebab, pada akhirnya semua manusia akan merasakan maut.  

Banyak Bersyukur 

Nikmat-nikmat dari Allah Ta'ala sering kali tidak disadari adanya. Kehilangan pun menjadi momen untuk menginsafi keberadaannya. Karena itu, salah satu hikmah adalah memperbanyak syukur.

Orang bijak mengatakan, syukur adalah pengikat nikmat yang telah diperoleh serta penarik nikmat yang belum didapatkan. Belajar dari kehilangan dengan terus meningkatkan rasa syukur. Sebab, ganjaran bagi mereka yang gemar bersyukur adalah bertambahnya kenikmatan dari Allah SWT.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA