Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Mahasiswa BRI Institute Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Warga Kampung Idiot

Senin 20 Jun 2022 17:46 WIB

Red: Budi Raharjo

Kelompok mahasiswa dari BRI Institute, melakukan pengabdian masyarakat yang digelar selama 3 bulan mulai dari tanggal 20 September sampai 30 November 2021 silam.

Kelompok mahasiswa dari BRI Institute, melakukan pengabdian masyarakat yang digelar selama 3 bulan mulai dari tanggal 20 September sampai 30 November 2021 silam.

Foto: BRI Institute
Tim bycraft mendapat dukungan program Innovation Village 2021 yang dihelat PT Telkom

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO -- Desa Krebet, Ponorogo, dikenal sebagai Kampung Idiot, dengan banyaknya warga yang mengalami retardasi mental. Hal ini membentuk stigma yang negatif di kalangan masyarakat pada umumnya. Lewat Lembaga Kasih Sayang, masyarakat dibangun kepekaan sosialnya untuk berbenah diri.

Lembaga Kasih Sayang yang berawal dari organisasi sosial, berdiri pada 2011 digagas oleh masyarakat Desa Krebet dan sekitarnya. Awal berdiri organisasi ini bernama ‘Rumah Kasih Sayang’, berlokasi di jalan Siaga No 1, Desa Krebet, Ponorogo dengan kegiatan yang kompleks dan fasilitas yang lebih memadai. 

Melihat hal itu, kelompok mahasiswa dari BRI Institute, melakukan pengabdian masyarakat yang digelar selama 3 bulan mulai dari tanggal 20 September sampai 30 November 2021 silam.

Windi Indah Purnamasari, mahasiswi program Studi (prodi) Sistem Informasi, BRI Institute bersama rekan-rekannya memberikan penyuluhan dan sosialisasi dalam bentuk pengabdian masyarakat. Tim ini mereka beri nama Bycraft yang terdiri dari 3 orang. Windi dan Putriarrum Kusuma Wardani berasal dari Prodi Sistem Informasi dan satu lagi Izaz Hafighaniyyu, dari Prodi Teknologi Bisnis Digital.

“Berangkat dari visi memanusiakan manusia, kami sadar untuk mencapai misi tersebut membutuhkan waktu yang tak sebentar dan proses yang panjang. Sehingga, kami memutuskan menggagas langkah kecil sebagai pengantar pencapaian misi dengan pembuatan platform bycraft.id,” ujar Windi sapaan akrabnya dalam sebuah rilis yang diterima, Senin (20/6).

Ia menjelaskan bahwa, pemberitaan tentang masyarakat Desa Krebet banyak yang menderita disabilitas dengan kategori beragam. Pemberitaan ini sudah cukup lama terjadi dan sudah menjadi rahasia umum. Hal ini bukan tak beralasan, menurut penelitian banyaknya masyarakat yang alami disabilitas karena dahulu kekurangan zat yodium dan juga marak terjadi perkawinan sedarah. 

“Penelitian tersebut dipertegas dengan kenyataan bahwa dahulunya Desa Krebet memang terletak di daerah yang sulit terjangkau. Sehingga masyarakat mengalami kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dan meneruskan keturunan,” jelasanya. 

Sebab itu, bycraft.id hadir, sebagai platform penjualan produk kerajinan tangan karya masyarakat disabilitas dan UMKM Desa Krebet. “Pembuatan platform bycraft.id bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar kerajinan tangan. Sehingga metode pemasaran ini dapat dijangkau oleh masyarakat luas tidak hanya sebatas obrolan dari mulut ke mulut,” terangnya. 

Adanya platform ini, harapannya dapat membantu memasarkan produk kerajinan masyarakat sekitar yang sangat beragam dan pengerjaannya pun sangat rapi. “Bahan pembuatan produk memang tak mahal, namun nilai jual dari kerajinan tangan ini sangat tinggi karena dibuat oleh masyarakat disabilitas. Dimana mereka harus berlatih lebih giat dan bekerja lebih ekstra untuk dapat membuat sebuah produk kerajinan,” ungkapnya. 

Meskipun mereka harus memiliki effort lebih besar dari masyarakat lainnya, menurutnya, mereka tidak merasa sedang bekerja melainkan nyaman dan senang dengan aktivitas yang mereka lakukan. “Masyarakat disabilitas menganggap pembuatan kerajinan tangan adalah satu-satunya kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang mereka,” tandasnya. 

Penggagasan ide platform bycraft.id ini, terangnya, merupakan salah satu bentuk dukungan tim bycraft terhadap program pemerintah Republik Indonesia menuju era digitalisasi 5.0. Untuk dapat berada di era digitalisasi 5.0, pemerintah diharuskan untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 poin penting didalmnya. 

“Tim bycraft mendukung pemerintah mencapai SDGs, yang kita ambil dari 3 poin saja, yakni poin 1-mengakhiri kemiskinan dalam bentuk apapun, poin 3-memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia, dan poin 12-memastikan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan,” paparnya. 

Hadirnya platform bycraft.id ini, diharapkan masyarakat Desa Krebet, khususnya masyarakat disabilitas dapat memperoleh kehidupan yang layak, meningkatkan taraf hidup, dan selalu meningkatkan kegiatan produksi kerajinan untuk dapat memperluas pasar hingga mancanegara. 

“Tim bycraft yang telah mendapat dukungan dari lembaga telah menerima pendanaan dari program Innovation Village 2021 yang diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia, senantiasa berusaha untuk dapat mengambil peran penting di masyarakat,” tegasnya. 

Semua ini, ungkapnya tak terlepas dari dukungan Institut Teknologi dan Bisnis BRI sebagai almamater perguruan tinggi dan Satya Arisena selaku dosen pembimbing. “Bycraft menjadi bagian dari Top 120 Innovillage 2021 dengan judul proposal ByCraft ‘Dengan Kerajinan Kami Bertahan’. Tim Bycraft berharap, platform ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan nilai sosial sesama masyarakat Indonesia,” tutupnya. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA